Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Bertemu Wamendag Singapura, Menko Airlangga Bahas Ekspor Listrik ke Negeri Singa

Bertemu Wamendag Singapura, Menko Airlangga Bahas Ekspor Listrik ke Negeri Singa - inilah.com
Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Untuk memperkuat hubungan bilateral pada bidang perekonomian, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng. Ekspor listrik ke Negeri Singa pun menjadi salah satu bahasan.

“Terdapat dua komponen dalam ekspor listrik, yaitu harga listrik dan kredit karbon. Kami akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan PLN mengenai sistem transmisi listrik tersebut,” katanya di Jakarta, Rabu (16/3/2022).

Gayung pun bersambut. Dalam pembahasan kerja sama di bidang energi baru terbarukan tersebut, Menteri Tan menyampaikan ketertarikan Singapura untuk kerja sama carbon neutrality dengan Indonesia. Ia memandang, Singapura memerlukan sebanyak dua atau tiga jalur transmisi kabel listrik bawah laut dalam rangka impor listrik dari Indonesia.

Hingga saat ini, Singapura masih menjadi negara mitra ekonomi utama Indonesia di bidang investasi dan perdagangan. Total Foreign Direct Investment (FDI) yang berasal dari Singapura pada 2021 mencapai US$9,3 miliar dan tersebar tidak kurang pada 16.760 proyek.

Baca juga
Biaya Perjalanan Dinas Kementerian Bengkak Rp200 Miliar Sebulan, Sri Mulyani Pusing

Sementara itu, volume perdagangan bilateral antara dua negara mencapai US$27 miliar. Hal ini memperlihatkan eratnya hubungan kedua negara.

Selain soal energi, perkembangan situasi pandemi Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi juga menjadi topik pembicaraan. Begitu juga dengan penerapan travel bubble dan Vaccinated Travel Lane Singapura-Indonesia.

Tak cukup sampai di situ, isu perkembangan dunia, terutama dampak dari perang Rusia dan Ukraina juga menjadi pembahasan.

Bertemu Wamendag Singapura, Menko Airlangga Bahas Ekspor Listrik ke Negeri Singa - inilah.com
Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Pariwisata dan Travel Bubble

Sebagai upaya untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata Indonesia dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, Indonesia telah meresmikan travel bubble antara Batam, Bintan dan Singapura pada pertemuan Leaders’ Retreat di Bintan tanggal 25 Januari 2022.

Menanggapi skema travel bubble tersebut, pemerintah Singapura telah meresmikan Vaccinated Travel Lanes (VTL) by Sea untuk mengakodomasi kunjungan bebas karantina menggunakan transportasi jalur laut menuju Batam dan Bintan.

“Pada 23 Februari 2022 telah tercatat perjalanan pertama wisatawan dari Singapura menuju Nongsa Batam dengan mekanisme Travel Bubble. Lebih lanjut, pada 25 Februari 2022, sudah ada wisatawan yang melanjutkan perjalanan ke Lagoi Bintan,” ungkap Menko Airlangga.

Baca juga
Dorong Ekonomi Bergerak Cepat, PSN Rp5.698,5 Triliun Ditargetkan Rampung 2024

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Singapura dapat lebih mempromosikan skema travel bubble tersebut. Sejak pelayaran perdana bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) menggunakan skema travel bubble dan VTL by Sea pada tanggal 23 Februari 2022 menuju Batam dan tanggal 25 Februari 2022 menuju Bintan, terdapat lebih dari 200 PPLN menuju Batam dan 500 PPLN menuju Bintan yang telah berkunjung atau melakukan pendaftaran.

Namun demikian, Pemerintah Singapura masih menetapkan kuota per minggu sebanyak 350 orang dari Batam dan 350 orang dari Bintan menuju Singapura.

Bertemu Wamendag Singapura, Menko Airlangga Bahas Ekspor Listrik ke Negeri Singa - inilah.com
Foto: Humas Kemenko Perekonomian

Skema Bebas Karantina

Sementara itu, skema bebas karantina Vaccinated Travel Lane (VTL) by Air menggunakan pesawat udara, Singapura sudah membuka menuju Jakarta dan Bali. Terkait hal ini, Menko Airlangga menyampaikan rencana untuk VTL dapat memperluasnya menuju Kota Makassar dan Medan.

Baca juga
Era Gus Dur, Rizal Ramli Pernah Perintahkan Luhut Turunkan Harga Minyak Goreng

Di Batam sendiri terdapat lebih dari 200 wisatawan yang datang dan terdaftar dari Singapura pada periode 23 Februari hingga 6 Maret 2022.

Sementara itu, di Bintan setidaknya ada 500 wisatawan yang datang dan terdaftar dari Singapura pada 25 Februari hingga 14 Maret 2022.

“Implementasi Travel Bubble atau VTL by Sea yang resiprokal di Lagoi Bintan, Nongsa Batam, dan Singapura akan menimbulkan efek positif dalam memulihkan perekonomian, khususnya di sektor pariwisata,” tutur Menko Airlangga.

Selebihnya dilakukan pembahasan mengenai rencana investasi data center di Nongsa Digital Park dengan memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.

Turut hadir dalam pertemuan ini mendampingi Menko Airlangga yaitu Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo dan Asisten Deputi Kerja Sama Regional dan Subregional Netty Muharni. Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura didampingi oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar.

Tinggalkan Komentar