Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Besok, Arema Gelar 40-Harian Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 09 Nov 2022 - 16:04 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Besok, Arema Gelar 40-Harian Tragedi Kanjuruhan
Arema Gelar 40-Harian Tragedi Kanjuruhan

Arema FC akan mengadakan doa bersama untuk memperingati 40 hari peristiwa tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.

“Doa dan tahlil untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tragedi Kanjuruhan, akan dilakukan setelah Ashar (besok),” kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (9/11/2022).

Pagi harinya, akan digelar khataman Al Quran dan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama serta tahlil dengan para ustad dari Yayasan Sunan Kalijogo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Seluruh pemain, pelatih, ofisial, karyawan dan jajaran manajemen Arema FC bakal mengikuti proses 40 harian besok. Selain itu, doa bersama dan tahlil tersebut rencananya juga akan diikuti oleh pendukung Singo Edan yang biasa disebut Aremania.

Baca juga
Tragedi Kanjuruhan, Panglima Andika Buka Opsi Jerat Unsur Pimpinan dengan Pidana Militer

“Selain doa untuk para korban meninggal dunia, kami juga berdoa untuk kesembuhan bagi yang mengalami luka-luka,” katanya.

Ia juga berharap apa yang menjadi tuntutan Aremania untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut bisa segera terpenuhi. Rangkaian kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kantor Arema FC, Jalan Mayjend Pandjaitan Kota Malang.

“Kami mendoakan agar apa yang menjadi tuntutan dan keinginan Aremania agar persoalan ini segera dituntaskan,” ujarnya.

Sabtu 1 Oktober 2022, terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Baca juga
Persija Sukses Tahan Laju Juara Arema

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Akibat kejadian itu, sebanyak 135 orang dilaporkan meninggal dunia akibat patah tulang, trauma di kepala dan leher dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan juga ada ratusan orang yang mengalami luka ringan termasuk luka berat.

Tinggalkan Komentar