Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

BI Buka 66 Titik Layanan Penukaran Uang untuk Lebaran di Malut

BI Buka 66 Titik Layanan Penukaran Uang untuk Lebaran di Malut

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara (Malut) menyediakan 66 titik layanan penukaran uang pada setiap bank konvensional, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Malut selama Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Untuk meningkatkan layanan pemenuhan atau penukaran uang kartal, Uang Pecahan Kecil, masyarakat dapat mengunjungi 66 titik jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara,” Kepala BI Provinsi Malut, R Eko Adi Iriyanto di Ternate, Senin (4/4/2022).

Dia mengatakan, langkah itu pihaknya lakukan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan penukaran uang untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Baca juga
IMF Dinilai ‘Kepagian’ Semprot BI soal Borong Surat Utang Negara Rp831 Triliun

Selain itu, BI juga menyiapkan layanan kas keliling di Kota Ternate yang berlokasi di depan Kantor Wali Kota Ternate mulai tanggal 6 April 2022.

“Kami juga menyiapkan layanan kas keliling secara retail yang berlokasi di depan Kantor Wali Kota Ternate mulai tanggal 6 April 2022, setiap hari Senin sampai dengan Rabu mulai tanggal 6 April 2022, yang berkolaborasi dengan penyelenggaraan Pasar Ramadan bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara),” ujarnya.

Sehingga, dalam meningkatkan layanan pemenuhan/penukaran uang kartal-Uang Pecahan Kecil (UPK) di 66 titik jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Malut.

Baca juga
The Fed Kerek Suku Bunga, Bhima: Hati-hati Kredit Macet di Indonesia

Pihaknya menyelenggarakan kegiatan edukasi Rupiah yang mengedepankan konten Cinta Bangga dan Paham Rupiah berkolaborasi dengan tokoh agama, pegiat ekonomi dan keuangan syariah

“Sejalan dengan kewenangan Bank Indonesia mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang, BI berkewajiban untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai uang Rupiah,” katanya.

Apalagi, Bank Indonesia saat ini tengah melakukan pengembangan program Rupiah, tidak terbatas pada pada keaslian Rupiah dan cara merawat fisik uang Rupiah, namun mencakup peran Rupiah sebagai simbol dan identitas bangsa serta fungsi Rupiah dalam perekonomian. Untuk itu, BI melakukan refocusing edukasi Rupiah pada 3 aspek utama yakni Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah.

Tinggalkan Komentar