Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

BI Rilis Pemintaan Kredit Korporasi dan Rumah Tangga Naik pada Mei 2022

Senin, 20 Jun 2022 - 12:56 WIB
BI Sebut Pemintaan Kredit Korporasi dan Rumah Tangga Naik pada Mei 2022
Bank Indonesia/ist

Bank Indonesia atau BI mengatakan permintaan pembiayaan baru tetap tumbuh hingga semester I-2022. Data ini, BI peroleh dari survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan pada Mei 2022.

Kepala Departemen Komunikasi, Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono menyatakan permintaan pembiayaan baru korporasi pada Mei 2022 tumbuh positif. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,1 persen.

“Penyaluran kredit baru pada Mei 2022 juga terindikasi tetap tumbuh positif, tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 43,0 persen,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/6/2022).

Dia menjelaskan, faktor yang mempengaruhi perkiraan tumbuhnya penyaluran kredit baru terlihat dari permintaan pembiayaan dari nasabah. Selain itu, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan.

Baca juga
Tiga Saham Disuguhkan di Tengah Tren Aksi Beli Investor Asing

Untuk periode triwulan II-2022, penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh lebih tinggi ketimbang periode sebelumnya. Selain itu untuk permintaan pembiayaan baru pada sektor rumah tangga juga terindikasi tumbuh pada Mei 2022.

“Mayoritas rumah tangga memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna. Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi responden untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain, koperasi, leasing, dan teman/kerabat,” paparnya.

Sebagai informasi, Saldo Bersih Tertimbang merupakan jawaban responden dikalikan dengan bobot kreditnya (total 100 persen), selanjutnya dihitung selisih antara persentase responden yang memberikan jawaban meningkat dan menurun.

Baca juga
Rupiah Terkerek Naik Jelang Pengumuman Hasil Rapat Bank Indonesia

BI melakukan survei ini dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat dampak pandemi Covid-19. Tujuan survei untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan pembiayaan (sisi permintaan) maupun penyalurannya (sisi penawaran).

Survei dilakukan kepada korporasi dan rumah tangga dari sisi permintaan, dan perbankan dari sisi penawaran dengan cakupan nasional.

Tinggalkan Komentar