Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

BI Serap Likuiditas Berlebih, IMF Teropong Modal Kabur dari RI tak Signifikan selama ‘Tapering’ Fed

Businessman Opens Faucet Valve To Control Money Outflow - inilah.com
Ilustrasi capital outflow. Foto: Istockphoto.com

Seiring Bank Indonesia (BI) yang sudah mulai menyerap kelebihan likuiditas dari sistem keuangan, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan capital otuflow alias arus modal asing yang keluar dari Tanah Airi tak akan signifikan. Hal ini terkait momentum selama bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) melakukan pengetatan atau tapering, terutama karena transaksi berjalan yang kuat.

Dengan demikian, Indonesia Mission Chief Asia and Pacific Department IMF Cheng Hoon Lim mengharapkan adanya penyesuaian kebijakan moneter yang teratur untuk Bank Indonesia (BI).

“Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk secara bertahap menormalkan kebijakannya dan menyesuaikan sikap moneternya seperti The Fed, dan jika Fed melakukan pengetatan,” ucap Lim dalam media briefing virtual yang dipantau dari Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Baca juga
Risalah The Fed dan Pelepasan Cadangan Buat Harga Minyak Longsor

BI sebenarnya sudah mulai menyerap kelebihan likuiditas dari sistem keuangan, baru-baru ini bank sentral mengumumkan akan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan dalam tiga tahap agar kembali ke level sebelum pandemi pada akhir tahun ini.

Maka dari itu, hal tersebut merupakan langkah pertama menuju normalisasi sistem perbankan Indonesia untuk mengantisipasi pengetatan The Fed.

“Jadi ketika saatnya tiba, akan berada dalam posisi yang baik untuk dapat merespons tanpa harus berurusan dengan kelebihan likuiditas di sistem perbankan,” ungkap Lim.

Jika memang nantinya akan terjadi dampak yang merugikan dari pengetatan Fed maupun bank sentral lainnya, ia menilai BI bisa memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk menghemat ruang kebijakan moneter sebagai garis pertahanan pertama.

Baca juga
Menko Airlangga Sebut Pembiayaan UMi Pijakan Bagi Pengusaha yang Ingin Naik Kelas

Penghematan ruang kebijakan moneter yang dimaksud adalah membiarkan nilai tukar rupiah menyerap guncangan yang ada terlebih dahulu.

Selanjutnya saat situasi sudah bisa diperkirakan dengan baik dan memang dibutuhkan, barulah BI bisa merespons dengan kebijakan moneter.

Tinggalkan Komentar