Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI jadi 4,5 sampai 5,3 Persen

BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI jadi 4,5 sampai 5,3 Persen
Gubernur BI, Perry Warjiyo

Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 dari 4,7 persen sampai 5,5 persen menjadi 4,5 persen sampai 5,3 persen. Turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

“Perbaikan kinerja ekonomi domestik dipengaruhi volume ekspor yang tertahan seiring dengan lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi global dan perdagangan dunia akibat berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG Bulanan Bulan April 2022 Cakupan Triwulanan di Jakarta, Selasa (19/4/2022).

Selain itu, perbaikan permintaan domestik ke depan juga akan terpengaruh baik karena tertahannya volume ekspor maupun kenaikan harga energi dan pangan global.

Baca juga
BI: Transaksi Pembayaran Melonjak Selama Ramadan dan Idul Fitri

Ia menjelaskan tertahannya volume ekspor disebabkan oleh sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan dari sisi permintaan, serta masih adanya gangguan mata rantai global.

Hingga triwulan I-2022, perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut karena didukung oleh peningkatan konsumsi, investasi non bangunan, dan kinerja ekspor, yang sejalan dengan mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi yang membaik.

Perry membeberkan sejumlah indikator dini pada Maret 2022, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, dan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya pemulihan ekonomi domestik.

“Pertumbuhan ekonomi juga ditopang kinerja positif berbagai lapangan usaha, seperti industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Baca juga
Setelah The Fed Umumkan Bakal Segera Kerek FFR, Dolar Melejit

Secara spasial, dirinya menuturkan perbaikan ekonomi ditopang terutama oleh akselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa dan Balinusra, disertai tetap baiknya kinerja ekonomi Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Sumatera, dan Kalimantan. [ikh]

Tinggalkan Komentar