Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Bikin Bangga, Anak Driver Ojol Kerja di WHO

Selasa, 22 Feb 2022 - 14:16 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Bikin Bangga, Anak Driver Ojol Kerja di WHO
Bikin Bangga, Anak Driver Ojol Kerja di WHO

Bikin bangga, anak driver ojek online (ojol) berhasil diterima kerja di World Health Organization (WHO) sebagai konsultan vaksinasi COVID-19.

Nisa Sri Wahyuni menceritakan kisahnya tentang pencapaian dan latar belakang keluarganya hingga kini bisa bekerja di organisasi kesehatan dunia.

Nisa sengaja mengunggah fotonya bersama sang ayah yang berseragam ojol. “Jadi ini foto favoritku bersama ayah. Bagi kalian orang Indonesia pasti akrab dengan seragam yang dipakai ayahku,” tulis Nisa mengawali postingannya seperti ada di @gojek24jam.

Bangga, sudah pasti. Nisa juga membuat banyak orang terharu dengan perjuangannya bisa menyelesaikan gelar magister di Imperial College London, Inggris.

“Saya mendapat gelar ini bukan hanya karena saya, saya bisa mengejar gelar ini karena waktu yang mereka berikan kepada saya, makanan yang selalu mereka buat untuk saya, nilai yang mereka ajarkan pada saya,” jelasnya.

Baca juga
Rombongan Sepatu Roda yang Melintas di Gatsu Ternyata Atlet Peraih Medali

Meskipun mengalami keterbatasan ekonomi, tapi Nisa yakin kalau hal tersebut tak menghalangi mimpi seseorang selama terus berjuang. Dan berkat doa orang tua, Nisa bisa sampai ke titik ini.

Ayah dan ibu Nisa hanya lulusan SD. Namun, keduanya memiliki impian besar untuk melihat Nisa meraih pendidikan yang lebih tinggi dari mereka.

Nisa Sri Wahyuni
Nisa Sri Wahyuni

Impian tersebut yang lantas memotivasi mereka untuk pindah ke Jakarta. Orangtua Nisa kerja banting tulang agar putrinya mendapat pendidikan sebaik mungkin.

Nilai-nilai tentang etos kerja dari orangtua yang jadi pegangan sejak kecil juga memompa semangat Nisa untuk tekun belajar. “Tujuan dari unggahan ini bukan untuk menunjukkan latar belakang ekonomi orangtuaku, tapi lebih kepada pelajaran bahwa kerja keras pasti akan terbayarkan,” tulisnya lagi.

Baca juga
Polisi Bekuk Pelaku Penginjak Al-Quran di Sukabumi

“Kita tidak pernah bertanya dari kondisi mana kita ingin dilahirkan, tetapi kita punya kekuatan yang Tuhan berikan untuk melakukan yang terbaik. Lakukan saja dan selalu berikan yang terbaik, karena kerja keras selalu terbayar dan satu hal lagi, selalu percaya pada prosesnya,” tandasnya.

Nisa berharap ceritanya itu bisa menjadi sumber inspirasi untuk orang-orang yang sedang berjuang mewujudkan mimpi.

Nisa mengambil program sarjana di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia angkatan 2015.

Saat kuliah, Nisa juga merangkap menjadi asisten dosen. Hari-harinya sibuk dengan berbagai kegiatan sosial dan penelitian. Walau begitu, Nisa berhasil menyelesaikan studinya dalam kurun 3,5 tahun dan lulus dengan status cumlaud pada 2017.

Dua tahun berselang, Nisa berkesempatan mengenyam pendidikan di Imperial College London untuk studi S2 bidang epidemiologi. Sembari kuliah, Nisa menjalani perannya sebagai duta mahasiswi MSc Epidemiology, sebuah program kolaborasi UNICEF dengan kampusnya.

Baca juga
Wasit Liga 3 Disorot Karena 'Obral' Kartu Merah, PSSI Bergerak

Usai merampungkan kuliah S2 di Inggris, Nisa mendapat tawaran berkarier di WHO sebagai konsultan teknis vaksinasi COVID-19 level A.

Tinggalkan Komentar