Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Bikin Gaduh, Pemprov DKI Evaluasi Holywings

Senin, 27 Jun 2022 - 17:15 WIB
Whatsapp Image 2022 06 24 At 9.16.36 Pm - inilah.com
Pengumuman 6 karyawan Holywings menjadi tersangka promosi miras gratis bernuansa Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) di Mapolres Jaksel, Jumat malam (2/6/2022). Foto: Istimewa

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria memastikan surat teguran pertama sudah dilayangkan pada pihak Holywings.

Menurut Ariza, langkah itu merupakan evaluasi. Sebab, lantaran Holywings terbukti punya peran aktif atas kegaduhan promosi minuman keras (miras) menggunakan nama Muhammad dan Maria.

“Pertama paling penting kami sampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah mengambil langkah-langkah sesuai Pergub yang ada. Pada tanggal 23 Juni yang lalu (Pemprov DKI) sudah mengeluarkan surat teguran pertama,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/6/2022).

“Kafe ini memang sempat melakukan promosi minuman keras menggunakan nama Muhammad dan Maria. Hal ini sangat kita sayangkan tentu kita semua juga prihatin,” lanjut Ariza.

Baca juga
Imbas Acara "Bungkus Night", DKI Cabut Izin Usaha Hamilton Spa

Sejak Pemprov DKI melayangkan surat teguran itu, terang Ariza, manajemen Holywing secara terbuka sudah menyampaikan permintaan maaf sebagai klarifikasi atas kegaduhan yang menyeruak. Selain itu, penghapusan konten promosi yang tak etis tersebut.

Pemprov DKI Jakarta pun memahami gejolak di tengah masyarakat yang ingin gerai Holywings ditutup.

“Kami sangat mengerti dan memahami gejolak yang ada di masyarakat dan meminta agar Holywings segera ditutup. Untuk mencapai itu perlu ada tahapan dan langkah sesuai Pergub yang ada,” tutur Ariza.

Menurut Riza, surat teguran pertama berlaku selama tujuh hari, dari tanggal 23-30 Juni 2022. Artinya selama tujuh hari ini, Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi dan melihat langkah yang Holywings.

Baca juga
IKN Pindah dari Jakarta ke Kaltim, Dampak Ekonominya Gak Nendang

Riza mengharapkan, dengan adanya perkara menuai polemik itu, pengusaha sektor makanan dan minuman atau pun sejumlah pihak terkait dapat memetik pelajaran. Sehingga kejadian serupa tak lagi mencuat di masa yang akan datang.

Tinggalkan Komentar