Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Bilang Utang Indonesia Terkecil di Dunia, Menko Luhut Ngawur

Selasa, 09 Agu 2022 - 22:50 WIB
Bilang Utang Indonesia Terkecil di Dunia, Menko Luhut Ngawur
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan utang Indonesia Rp 7.000 triliun, salah satu yang terkecil di dunia, menuai kritikan.

“Bicara besar atau kecil, harus ada pembandingnya. Apakah dari PDB (Produk Domestik Bruto), nominal, pertumbuhan, atau faktor-faktor lain. Seperti income per capita. Sebaiknya, Pak Luhut menjelaskan dasarnya apa, bisa mengatakan utang Indonesia yang terkecil,” tegas Kamrussamad kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Selain itu, Menko Luhut menyebut utang Indonesia banyak manfaatnya. Karena digunakan untuk proyek yang produktif, bertujuan untuk mendorong tumbuhnya perekonomian nasional.

“Kalau dilihat dari nominal, Malaysia saat ini utang pemerintahnya mencapai Rp3.500 triliun. Sementara Indonesia, utang pemerintah per 30 Juni mencapai Rp7.123,62 triliun,” tuturnya.

Padahal, lanjut anak buah Prabowo ini, income per capita Malaysia mencapai US$10.400. Jauh di atas Indonesia yang masih berkutat di angka US$4.000. “Saya ulangi lagi, bicara besar atau kecil itu, perlu ada pembandingnya,” tandasnya.

Baca juga
Antrian Panjang BBM Subsidi Bikin Jebol APBN, Menko Luhut Harus Tanggung Jawab

Dijelaskan, rasio utang terhadap PDB Indonesia, saat ini, memang masih aman. Angkanya mencapai 39,56 persen. Sementara banyak negara rasio utang terhadap PDB di atas 40 persen, bahkan ada yang 100 persen.

“Tapi, indikator sehat tidaknya bukan dari situ saja. Indonesia, menurut International Debt Statistics Bank Dunia 2022, saat ini, menjadi Top 10 Low and Middle Income Borrowers. Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia, menurut laporan World Bank 2022, mencapai US$417 miliar,” ungkapnya.

“Jumlah ini lebih tinggi ketimbang negara berkembang lain. Sebut saja, Vietnam sebesar US$ 125 miliar, Thailand US$ 204 miliar, Filipina US$94 miliar, dan Mesir US$131 miliar. Sejak 2016, pertumbuhan utang luar negeri Indonesia mencapai 30,9 persen,” imbuh Kamrussamad.

Baca juga
Utang Pemerintahan Jokowi Mendekati Rp7.000 Triliun, Betul Prediksi Prof Didik Rachbini

Memang betul, tidak semua utang luar negeri Indonesia adalah utang pemerintah. Ada utang swasta atau penugasan BUMN. Ketika swasta atau BUMN itu mengalami gagal bayar, maka bebannya kepada pemerintah. “Informasi ini yang kerap kali tersembunyi. Hidden debt,” ungkap.

Selanjutnya, anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta ini, menyarankan Menko Luhut untuk menjelaskan landasan ekonomi dari pernyataan tersebut. “Apalagi di tengah ancaman krisis geopolitik dan ekonomi global yang sedang tidak pasti seperti ini. Sikap waspada perlu dikedepankan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Luhut mengklaim, posisi utang pemerintah masih aman hingga akhir semester I-2022. Mengutip dokumen APBN Kita, utang pemerintah mencapai Rp 7.123,62 triliun di akhir Juni 2022.

Baca juga
Kejagung Buka Peluang Periksa Menko Luhut dan Kaesang dalam Kasus Ekspor Migor

Menko Luhut menerangkan, posisi utang pemerintah berkisar 41 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. “Tingkat utang pemerintah Indonesia jauh lebih aman dibandingkan negara-negara di dunia. Betul Rp7000 triliun, tapi kita bandingkan itu hanya 41 persen dari PDB,” ujar Menko Luhut dalam acara silahturahmi nasional Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/8/2022).

Tinggalkan Komentar