Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Bima Arya Ungkap PAN dan KIB Masih Terbuka Soal Capres-Cawapres

Selasa, 14 Jun 2022 - 16:10 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Editor : Ibnu Naufal
Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto (Foto inilah.com)
Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto (Foto inilah.com)

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa partainya masih terbuka untuk mengusung capres dan cawapres untuk diajukan kepada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

“Kalau selama ini beredar informasi bahwa PAN atau KIB sudah untuk capres atau cawapres tertentu, hal itu bisa dipastikan tidak benar.” Ujar Bima saat konferensi pers di DPP PAN, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2022).

Partai berlambang matahari putih itu membuka mekanisme pengusulan nama-nama capres dan cawapres dari DPD dan DPW PAN se-Indonesia untuk berlaga pada Pilpres 2023 mendatang.

Bima yang didapuk menjadi Ketua OC Rakernas PAN 2024 menyatakan bahwa setiap DPD berhak mengusulkan 10 nama, lalu DPW menyaringnya menjadi 8 nama. “Puncaknya nanti di Rakernas Agustus mendatang, DPP akan menggodok menjadi 6 nama yang terdiri dari capres dan cawapres.” Ungkap Bima.

Baca juga
Pengadaan Gorden Rumdin DPR Sarat Kongkalikong

Ia menyebut saat ini sudah banyak beredar nama-nama di daerah yang diusulkan, ia berharap agar proses ini bisa selesai hingga akhir Juli 2022. “Ada nama Ketum Zulkifli Hasan, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Erick Thohir, dan banyak lagi. Daerah bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai kriteria yang sudah ditetapkan. Putera-puteri terbaik bangsa dari semua elemen. Syaratnya memenuhi 5 kriteria yang ditetapkan.”

Adapun lima kriteria yang ditetapkan PAN untuk capres-cawapres yakni: (1) Nasionalis-religius. (2) Memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat. (3) Berpihak pada kelanjutan generasi. (4) Memiliki semangat inovasi dan kolaborasi. Dan (5) Berwawasan Nusantara dan berperspektif global.

Baca juga
Dibully Karena Down Syndrome, Anak Ini Diantar Presiden Ke Sekolah

“Sesuai arahan Ketum, lima kriteria saja. Seperti Pancasila ada lima juga. Prinsipnya ‘change and continuity’. Kami mencari kandidat yang sesuai dengan platform dan asa PAN, setia pada Pancasila dan NKRI, mendorong ide-ide persatuan dan kemajuan, peduli pada pembangunan berkelanjutan dan regenerasi anak muda, serta membawa Indonesia berdaya saing di pentas global.” Pungkas Walikota Bogor itu.

Tinggalkan Komentar