Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Bio Farma Sedang Uji Klinis Vaksin BUMN untuk Anak-anak dan Booster

Kamis, 09 Jun 2022 - 15:38 WIB
Bio Farma Sedang Uji Klinis Vaksin BUMN untuk Anak-anak dan Booster
Dirut Bio Farma, Honesti Basyir/Foto:ist

PT Bio Farma tengah mengembangkan vaksin COVID-19 untuk anak-anak. Saat ini vaksin COVID-19 BUMN ini sudah masuk uji klinis tahap ketiga.

“Kami melakukan uji klinis untuk primer vaksin satu dan dua, tapi karena jumlah vaksinasi sudah cukup besar kemungkinan vaksin ini untuk booster dan anak,” ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam acara Kick-Off Uji Klinis Fase III Vaksin COVID-19 BUMN, Kamis (9/6/2022).

Honesti menjelaskan Indonesia kini masih kekurangan vaksin anak karena belum banyak vaksin yang mendapatkan lisensi untuk anak-anak.

Uji klinis fase ketiga Vaksin BUMN tersebut rencananya akan menyasar kepada 4.050 subjek dengan batasan usia 18-70 tahun.

Baca juga
Sembilan Puskesmas di Depok Sudah Siap Layani Vaksinasi Booster

Rencananya Bio Farma akan mulai memproduksi vaksin tersebut pada Juli 2022 mendatang. Produksi massal ini setelah uji klinis berjalan lancar dan mendapatkan emergency use authorization (EUA). Namun belum diketahui apakah vaksin ini bisa untuk anak usia enam tahun ke bawah.

“Kami sudah menyiapkan kapasitas produksi yang cukup besar di mana untuk vaksin BUMN ini kami telah menyiapkan kapasitas 120 juta dosis per tahun,” kata Honesti.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan pemerintah mendorong transformasi di tubuh perusahaan-perusahaan pelat merah, salah satunya Bio Farma agar bisa lebih kompetitif.

Ia ingin transformasi yang BUMN lakukan bisa membuat Indonesia tidak fakir terhadap sains dan industri kesehatan modern.

Baca juga
Perangi COVID-19, Walkot Tangsel Ajak Swasta Gelar Sentra Vaksinasi Booster

“Pandemi ini akan berulang lagi dan sejarah manusia membuktikan itu. Saya sangat berharap kolaborasi ini terus berjalan karena transformasi kami yang ada di BUMN belum selesai,” kata Erick.

Saat ini, Kementerian BUMN sedang mendorong terobosan agar kesehatan herbal menjadi alternatif untuk menekan ketergantungan bahan baku obat.

“Tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia, karena tidak lain kita tidak mungkin membiarkan bangsa kita harus berobat terus menerus di luar negeri. Karena inilah transformasi yang kita harapkan Insya Allah kita akan terus dorong,” lanjut Erick. [ikh]

Tinggalkan Komentar