Kamis, 30 Juni 2022
01 1444

Bisnis ‘Bakar Duit’ GOTO Dinilai seperti Skema Ponzi

Selasa, 24 Mei 2022 - 12:33 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Bisnis ‘Bakar Duit’ GOTO Dinilai seperti Skema Ponzi - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Pascahajatan penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) pada April 2022, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) siap melakukan aksi korporasi untuk meraup dana segar melalui private placement. Analis menilai aksi ini laiknya skema ponzi. Mengapa?

“Setelah IPO April 2022, bisnis ‘bakar duit’ GoTo perlu cash lagi, harus tarik dana baru. Rencananya 118,44 miliar saham atau sekitar Rp35 triliun, pakai harga saham hari ini, di Rp296 per saham. Seperti Ponzi, tarik dana baru untuk tutupi rugi operasional,” kata Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Baca juga
Kolaborasi GoTo-KCI Genjot Penggunaan Transportasi Publik
Bisnis ‘Bakar Duit’ GOTO Dinilai seperti Skema Ponzi - inilah.com
Dok: Tangkapan Layar

Menurut dia, bisnis rugi, margin negatif sehingga beban pokok GOTO lebih besar dari pendapatan. Begitu juga dengan beban umum dan administrasi yang lebih besar dari pendapatan.

“Yang seru adalah bakar duitnya di mana beban penjualan dan marketing mencapai Rp8 triliun pada 2018 dan Rp14 triliun pada 2019. Ini bisnis unicorn yang dibanggakan? mirip Ponzi?” tukasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, bisnis GOTO akan aman selama ada investor baru yang masih percaya dan mau membeli sahamnya. Ketika kepercayaan hilang, investasi pun akan berhenti dan GOTO berpeluang kolaps.

“Sementara itu, pemegang saham yang sekarang sudah dapat untung dari jual sahamnya di bursa. Investor terakhir akan terbakar gosong,” timpal Anthony.

Baca juga
Debut Saham Naik 14,8 Persen, GOTO Merasa Beruntung

Sejauh ini belum terungkap siapa yang akan menjadi investor dalam aksi korporasi tersebut. Selain itu, gaduh investasi Telkom di GOTO juga masih menjadi bola liar lantaran dugaan adanya conflict of interest yang mengaitkan Garibaldi ‘Boy’ Thohir yang menjabat sebagai Komisaris Utama GOTO dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Keterbukaan informasi yang GOTO sampaikan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui laman idx.co.id, Jumat (20/5/2022) menyebutkan, pelepasan saham itu bertujuan untuk menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement. Jumlah tepat unit sahamnya sebanyak 118.436.392.950 saham seri A.

Baca juga
Di Tengah Gaduh Investasi Telkom, GOTO Siap Lego 118,4 Miliar Saham

Private placement adalah pelepasan saham suatu perusahaan oleh pemegang saham tertentu tanpa melalui penawaran umum, tetapi hanya ditujukan kepada sekelompok kecil investor. Investor yang terlibat dalam private placement biasanya adalah bank, Reksa dana, dana pensiun, perusahaan asuransi, atau investor individu.

Tinggalkan Komentar