Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Blokade Jalan di Sorong, Polisi Bubarkan Massa Dengan Gas Air Mata

Blokade Jalan di Sorong, Polisi Bubarkan Massa Dengan Gas Air Mata
Blokade Jalan di Sorong, Polisi Bubarkan Massa Dengan Gas Air Mata

Polisi terpaksa menembakkan gas aiar mata untuk membubarkan massa yang anarkis sampai blokade jalan di Sorong Papua, Minggu dini hari.

Kepolisian Resor Sorong Kota dibantu Satuan Brimob Polda Papua Barat untuk mengendalikan massa yang memblokade Jalan Jenderal Sudirman selama 6 jam.

Massa juga membawa parang dan panah serta batu untuk menghadang aparat kepolisian membuka blokade jalan raya tersebut.

Aksi brutal itu dipicu kematian seseorang warga setempat yang diduga tersengat listrik di atas rumah. Massa yang tidak terima atas kematian tersebut memblokade jalan untuk menuntut kepolisian mencari pelaku karena bagi mereka kematian itu bukan karena kena listrik, tapi dibunuh.

Baca juga
Lagi, 13 Anggota Polisi di NTT Permalukan Kapolri

“Kami blokade jalan raya ini untuk menuntut kepolisian mencari pelaku pembunuhan saudara kami. Bagi kami dia dibunuh buka kena listrik,” kata seorang massa aksi saat membakar ban bekas untuk memblokade jalan Jenderal Sudirman kota Sorong.

Massa aksi juga mengancam pengendara yang hendak melintas di jalan tersebut. Mereka juga tak segan melempari anggota polisi dengan batu saat menyuruh mereka membuka blokade jalan.

Aparat kepolisian gabungan Polres Sorong Kota dan Brimob Polda Papua langsung membubarkan massa aksi dengan menembak gas air mata. Massa yang berhamburan melakukan perlawanan dengan melempari anggota polisi dengan batu dan juga menggunakan botol kaca.

Baca juga
4 Lokasi Ini Layani Vaksinasi Pfizer

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan saat dikonfirmasi menceritakan bahwa aksi itu berawal dari salah seorang warga setempat yang ditemukan meninggal dunia di atas atap rumah warga. Kemudian kepolisian melakukan penyelidikan dan mengetahui penyebab kematiannya karena listrik dan disampaikan kepada pihak keluarga.

“Awalnya keluarga terima dengan baik kematian tersebut dan melakukan pemakaman korban secara baik. Namun Minggu dini hari ada sekelompok pemuda kebanyakan anak-anak blokade jalan sehingga dibubarkan,” tegas Kapolres.

Tinggalkan Komentar