Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

BMKG: Penyebab Angin Kencang Jabodetabek Akibat Dinamika Atmosfer di Samudra Hindia

BMKG Jelaskan Penyebab Angin Kencang di Jabodetabek Kemarin
BMKG Jelaskan Penyebab Angin Kencang di Jabodetabek Kemarin

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan peristiwa angin kencang yang terjadi di wilayah Jabodetabek pada Sabtu (5/3/2022) kemarin.

Diketahui, sejumlah wilayah di Jabodetabek terdampak angin kencang yang mengakibatkan sejumlah gedung rusak bahkan menimbulkan korban jiwa.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan penyebab angin kencang itu terjadi karena adanya dinamika atmosfer di Samudra Hindia wilayah Sumatra hingga Selatan Bali.

Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan sirkulasi siklonik di wilayah Jabodetabek hingga Jawa Barat.

“Berdasarkan Analisis Streamline terpantau sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Sumatra, Samudra Hindia selatan Bali, yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Jawa Barat dan Jabodetabek,” kata Guswanto kepada wartawan.

Baca juga
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wakatobi

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di daerah konvergensi tersebut,” tutur Guswanto.

Guswanto menyebut faktor lain yakni kondisi di wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek yang berada pada kategori labilitas kuat. Kondisi itu dipicu adanya awan konvektif seperti jenis Cumulonimbus yang bergerak dari wilayah Banten mengarah ke Jabodetabek.

“Berdasarkan pantauan citra radar dan citra satelit, kejadian angin kencang di wilayah Jabodetabek tersebut dipicu oleh sistem awan konvektif seperti jenis Cumulonimbus (Cb) yang bergerak dari wilayah barat Banten ke arah timur menuju wilayah Jabodetabek dengan dimensi sistem awan yang memanjang dari utara ke selatan,” ucapnya.

Baca juga
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 16 November: Siang Sebagian Wilayah DKI Hujan Petir

Awan itu menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang hingga menyebabkan hujan di wilayah Banten dan Jabodetabek.

“Keberadaan sistem awan konvektif yang bergerak dari arah barat tersebut, selain menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang, juga menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Banten dan Jabodetabek dengan durasi yang beragam ringan hingga lebat dalam durasi singkat seperti yang terlihat dari citra radar cuaca,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar