BNN Gerebek Kampus USU, Tangkap Pemakai sampai Pengedar

BNN Gerebek Kampus USU, Tangkap Pemakai sampai Pengedar - inilah.com
Para Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kampus USU Sumatera Utara

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara melakukan penggrebekan di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) tepatnya di Fakultas Ilmu Budaya USU pada Sabtu (9/10/2021) malam.

Hasilnya, Sebanyak 47 orang yang diamankan dalam kasus narkotika jenis ganja, dan 31 orang terbukti penyalahgunaan narkoba di Kampus USU.”Sedangkan 16 orang lagi negatif dan tidak terbukti pemakai narkoba, maka mereka dibebaskan oleh petugas BNNP Sumut,” ujar Kepala BNN Sumatera Utara, Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan, dalam rilis penangkapan kasus narkoba di BNNP Sumut, Medan, Selasa, (12/10/2021).

Dari jumlah 31 orang ditangkap, 20 di antaranya adalah mahasiswa USU, alumni, dan mahasiswa dari universitas lain.”Sedangkan 11 orang lagi dari warga masyarakat,” katanya.

Baca juga  Polresta Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Sabu

Penggerebekan di Kampus USU itu, Sabtu, 9 Oktober 2021, sekitar pukul 22.00 WIB, dan mengamankan barang bukti narkotika jenis ganja seberat 508,6 gram.”Dalam razia yang dilakukan BNNP Sumut di Kampus USU itu, tidak hanya menangkap para pemakai narkoba, tetapi juga para pengedar narkoba yakni JHS (mahasiswa) dan D (mahasiswi),” katanya pula.

Kemudian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti ganja. Barang haram itu disebut diketahui milik salah satu orang yang diamankan berinisial JHS. JHS disebut mendapat ganja dari wanita berinisial D. Wanita ini pun lalu ditangkap petugas.”Kami kejar, hari Minggu, kami tangkap D bersama teman lakinya FAY, di Jalan Cemara Ujung,” ucap Toga.

Baca juga  Erick Thohir Dukung Penyelenggaraan Formula E di Jakarta

Toga menyebut JHS, D serta FAY dijerat sebagai pengedar. Sebanyak 30 orang lainnya yang ditangkap dari Kampus FIB diduga merupakan penyalahgunaan narkoba. Dari 30 itu, 14 di antaranya mahasiswa USU. Mereka nantinya bakal direhabilitasi.

Salah satu tersangka, pengedar, mengaku nekat menjual narkoba di kampus karena kepepet biaya untuk membayar kuliah.”Harganya 1 kilo Rp 1,5 juta. Sekali transaksi untungnya biasa Rp 500 ribu. Satu malam bisa habis 1 kilo,” ucap D dihadapan wartawan saat dihadirkan dalam pressrelease.

D bercerita, ganja yang diedarkan dipasok dari Aceh. Kemudian D bersama rekannya mendapat ide untuk menjual barang haram tersebut di lingkungan kampus USU. Kampus hijau itu, disebut-sebut aman untuk jualan narkoba.

Baca juga  Ditunggu Kesanggupan Polri Usut Tuntas Uang Sindikat Narkoba Rp120 Triliun

Tinggalkan Komentar