Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

BNPT: Pesantren Membangun Semangat Cinta Tanah Air

Boy Rafli - inilah.com
Kepala BNPT Boy Rafli Amar - web.bnpt.go.id

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menilai para kiai dan ulama, berperan strategis untuk menggelorakan semangat kebangsaan dan rasa cinta Tanah Air.

Khususnya, kata Boy, di lembaga pendidikan keagamaan yang mengajarkan rasa cinta Tanah Air kepada para santri.

“Pesantren membangun semangat cinta Tanah Air, hubbul wathan minal iman (cinta Tanah Air sebagian dari iman),” kata Boy Rafli Amar dalam keterangannya, Sabtu (19/2/2022).

Menurutnya hal tersebut sangat bermanfaat untuk menanggulangi penyalahgunaan narasi-narasi keagamaan oleh jaringan radikalis dan teroris.

“Kita paham mengenai narasi-narasi yang dibangun oleh jaringan radikal dan teroris. Salah satunya, mengangkat narasi yang berkaitan dengan agama,” ujarnya.

Baca juga
Polisi Ragu Lansia Pengemudi Mercy Lawan Arah di Tol Pikun

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu menambahkan, kiai dan ulama sejak dahulu telah membantu menggelorakan semangat cinta Tanah Air. Sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Seperti yang dicontohkan oleh para kiai dan ulama yang salah satunya, KH Muhammad Hasyim Asy’ari,” ujar Boy.

Berkenaan dengan peran strategis kiai dan ulama itu, sambung Boy, BNPT di tahun 2022 terus mengupayakan pencegahan dan penanggulangan terorisme. Salah satu upaya tersebut yaitu pentahelix atau kolaborasi multipihak. Diantaranya diwujudkan melalui penguatan kerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama.

Sebelumnya Mantan Kapolda Banten itu bersilaturahim ke dua pesantren di Pasuruan, Jawa Timur.  Dua pesantren itu akni Pesantren Sidogiri pimpinan KH Ahmad Fuad Noerhasan dan Pesantren Ngalah pimpinan KH Sholeh Bahruddin.

Baca juga
BNPT Ceritakan Aktivitas Ustaz Farid Okbah di Afghanistan

“BNPT berkomitmen untuk mengajak lebih banyak pihak agar dapat bekerja sama dan berkolaborasi melalui konsep multipihak (pentahelix), termasuk lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, serta para pemuka agama dan pesantren,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar