Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Bocah di Bekasi Sarapan Lima Lembar Kertas

Bocah di Bekasi Sarapan Pagi Pakai 5 Lembar Kertas

Bocah berinisial (GI) warga Kampung Bulak Sukadana, Desa Jayasakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi selalu sarapan pagi dengan lima lembar kertas. Bocah di Bekasi ini sarapan pagi dengan kertas karena terbiasa memakan kertas sejak kecil.

Pipit Setiawati, orangtua sang bocah mengakui jika anaknya memiliki kebiasaan yang tidak lazim, yakni memakan kertas. Menurutnya, kebiasaan itu sudah terjadi saat sang anak masik kecil tepatnya pada umur satu tahun.

“Kadang-kadang kalau dia lagi pengen kayak tadi pagi tuh ada empat sampai lima lembar buku yang gede yang biasa sekitar ukuran A3. Nanti begitu main pas balik minta lagi harus gak boleh tidak,” kata Pipit, Selasa (22/3/2022).

Baca juga
Menkeu: Aset Keuangan Syariah Global Akan Capai US$3,69 Triliun

Pipit mengaku setiap hari dia harus menyiapak buku tulis baru untuk sang anak. Sebab jika lapar sang anak akan meminta kertas untuk dimakan.

“Karena sudah terbiasa saya nyediain buku, karena kan kakaknya kan sekolah tuh, jadi mau tak mau saya juga nyari bukunya yang bersih yang gak ada tintanya,” pungkasnya.

Pipit menambahkan, kebiasaan makan kertas ini belum lama terjadi. Sebab sebelumnya sang anak memiliki kebiasaan yang lebih ekstrim yakni memakan sendal. Pada saat kebiasaan itu, anaknya sering mengeluh sakit perut, karena sendal yang anaknya makan sulit untuk dicerna.

“Waktu dia buang air, saya perhatiin. Kalau makan sendal (warna) hijau, ya keluarnya utuh warna hijau juga. Kalau kertas mah, enggak kelihatan. Mungkin karena tercerna atau bagaimana, saya enggak mengerti,” ungkap Pipit.

Baca juga
Polisi Tangkap Pelaku Begal Anggota Brimob di Bekasi, Ini Tampangnya

Meski begitu, Pipit berharap anaknya bisa kembali normal sama seperti anak-anak yang lainnya yang tidak memakan kertas. Sebab Pipit sadar kebiasaan sang anak saat ini bisa berdampak buruk pada masa depan anaknya.

“Saya sih inginnya biar normal, seperti anak-anak lain. Jangan sampai ada yang tidak diinginkan, begitu. Entah dari badannya (menjadi) kurang bagus atau bagaimana,” tutur Pipit.

Tinggalkan Komentar