Booster, Vaksin COVID-19 Pfizer Miliki Efektivitas 9-10 Bulan

Pfizer - inilah.com
Pfizer

Booster vaksin COVID-19 Pfizer memiliki efektivitas 9-10 bulan. Para peneliti di Tel Hashomer Hospital, Israel, menemukan antibodi yang dihasilkan suntikan booster mampu memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan dengan dua dosis pertama vaksinasi.

Hal ini didapatkan dari suntikan tambahan vaksin COVID-19 Pfizer dikatakan menghasilkan lebih banyak antibodi dan bahkan dalam mencegah infeksi virus SARS-CoV-2.

Mengutip dari Medical Daily, Kamis, (11/11/2021), yang dilansir dari Antara, suntikan booster tersebut terbukti efektif setidaknya selama kurun waktu 9-10 bulan.

Peneliti mendapatkan data dari hasil analisis yang dilakukan pada 728.321 orang yang menerima suntikan booster. Kemudian, mereka membandingan dengan data kelompok orang yang sama saat mendapatkan dua dosis vaksin.

Baca juga  Bosan Jadi WNI? Negara Ini Siap Membayar Anda Jika Ingin Pindah

“Hasilnya menunjukkan dengan cara yang sangat meyakinkan dosis ketiga vaksin sangat efisien,” kata kepala inovasi Clalit, Ran Balicer.

Badan POM Amerika Serikat (FDA) secara resmi mengizinkan penggunaan booster vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech pada September lalu. Selama peluncuran awal, individu berusia 65 tahun ke atas harus diprioritaskan, bersama dengan orang berusia 18-64 tahun yang berisiko tinggi menderita infeksi parah.

Sebulan setelahnya, FDA juga secara resmi mengizinkan penggunaan booster untuk vaksin Moderna dan Johnson & Johnson (J&J atau Janssen).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kemudian mengeluarkan pedoman bahwa penerima vaksin Pfizer, Moderna dan Janssen diizinkan untuk mendapatkan suntikan booster dari salah satu dari tiga merek itu.

Baca juga  Ibu Kota Baru Jadi Lokasi Penyebaran Malaria

Namun, CDC mengatakan, beberapa penerima J&J mungkin menyukai booster dari dua merek lainnya karena vaksin Janssen memiliki efektivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan vaksin berbasis mRNA.

Tinggalkan Komentar