Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

BOR di 140 RS Rujukan di Jakarta Naik Jadi 61 Persen

Rujukan Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di 140 rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta meningkat lagi menjadi 61 persen.

“Update data BOR hari ini, terisi 4.196 pasien COVID-19 dari 6.888 tempat tidur tersedia atau 61 persen. Meningkat dari kemarin yakni 59 persen,” kata Ahmad Riza Patria, di Balai Kota Jakarta, Selasa malam (15/2/2022).

Sedangkan, BOR di Unit Perawatan Intensif (ICU) terisi 405 pasien COVID-19 dari 880 tempat tidur tersedia atau 46 persen.

Menurut Riza, peningkatan BOR di rumah sakit rujukan di Jakarta karena penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron lebih cepat dibanding varian lainnya. Apalagi, tingkat penyebaran COVID-19 sebanyak 61,70 persen merupakan transmisi lokal.

Baca juga
Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemprov DKI Siagakan 67 Pompa

Ia menyebut, meskipun penyebaran COVID-19 varian Omicron lebih cepat, tapi relatif tidak membahayakan, dibandingkan varian sebelumnya. Namun, dia meminta masyarakat untuk tetap tidak mengabaikan varian Omicron.

“Kami mengingatkan seluruh warga DKI untuk tetap hati-hati. Boleh kerja, pergi ke manapun, tapi laksanakan protokol kesehatan 5M. Bagi mereka yang komorbid sebaiknya tetap di rumah,” ucap Riza.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta per Selasa, 15 Februari 2022 naik 341 kasus, sehingga jumlah kasus aktif seluruhnya kini 83.969 kasus.

Untuk kasus positif baru bertambah 9.482 orang sehingga total seluruhnya menjadi 1.082.965 orang. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 984.861 atau 90,9 persen, dan jumlah meninggal dunia sebanyak 14.135 orang atau 1,5 persen.

Baca juga
Polisi Tetapkan Pelaku Penganiayaan ODGJ Hingga Tewas

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 22 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,9 persen. WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen untuk terkategori aman.

Tinggalkan Komentar