Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Teken Kontrak Sejuta Ton CPO dan Produk Perikanan, Mendag Zulhas Puji China

Jumat, 11 Nov 2022 - 19:12 WIB
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. (Foto: VOI).

Memasuki usia 72 tahun, hubungan diplomatik Indonesia dan China semakin mesra. Negeri Tirai Bambu ini paham betul bagaimana merawat hubungan ini. Janji borong sejuta ton minyak sawit mentah mulai mendekati kenyataan.

Seperti disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, Indonesia berharap pemerintah China merealisasikan komitmen perdagangan. Kini, semuanya tak sia-sia.

“Tahun ini hubungan diplomatik Indonesia-RRT (China) telah menginjak 72 tahun. Acara penandatanganan ini merupakan bentuk realisasi tindak lanjut pertemuan bilateral antara kedua negara pada akhir Juli lalu terkait komitmen pembelian RRT 1 juta produk CPO dan juga produk pertanian dan perikanan Indonesia,” kata Mendag Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan saat penandatanganan MoU kerja sama perdagangan dengan RRT (China) yang digelar virtual di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Terlihat, Mendag Zulhas begitu terkesan dengan momentum ini. Bukti bahwa RRT sungguh-sungguh dalam menjalin kerja sama perdagangan dengan Indonesia. MoU ini merupakan tindaklanjutdari kunjungan kerja Presiden Jokowi ke China pada 15 Juli lalu. Di mana, China tertarik memborong 1 juta minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), produk pertanian dan perikanan.

Baca juga
Kasus Cacar Monyet Pertama China Ditemukan di Kota Chongqing

Ketua Umum PAN ini, berharap, pemerintah China juga memberikan kemudahan bagi masuknya produk Indonesia ke pasar Tiongkok (China). “Kami juga berharap dukungan dan peran serta pemerintah Tiongkok dalam meningkatkan kerja sama perdagangan yang seimbang, saling menguntungkan, dan berkesinambungan bagi kepentingan kedua negara,” jelasnya.

Mendag Zulhas menyebutkan, penandatanganan MoU ini, melibatkan sedikitnya 8 asosiasi industri asal Indonesia dan China. Yakni, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), dan Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin).

Sementara, asosiasi pelaku usaha perikanan terdiri dari Asosisasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Pengelolaan Ranjungan Indonesia (APRI), Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), dan Asosiasi Demersal Indonesia (ADI). Sedangkan wakil dari China adalah China Chamber of Commerce for Food, Native Produce and Livestock Import and Export (CFNA).

Baca juga
Dampak Konflik China-Taiwan Lebih Dahsyat bagi Indonesia Ketimbang Rusia-Ukraina

Mendag Zulhas menjamin, pembelian CPO dan produk turunannya oleh Tiongkok tidak akan mengganggu stok bahan baku minyak goreng di dalam negeri, sehingga kebutuhan minyak goreng tetap terpenuhi.

“Pemenuhan regulasi dalam negeri tetap diberlakukan. Skema Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) bagi produsen minyak goreng dan industri CPO masih tetap dipertahankan untuk menjamin suplai bahan baku minyak goreng tetap stabil,” tambahnya.

Pada Januari-Agustus 2022, ekspor produk kelapa sawit dan turunannya Indonesia ke Tiongkok mencapai US$3,6 miliar. Bagi Indonesia, Tiongkok merupakan merupakan salah satu pasar tujuan ekspor utama produk kelapa sawit Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS), volume ekspor produk kelapa sawit dan turunannya Indonesia ke Tiongkok pada 2021, mencapai 6,6 juta ton. Meningkat 14,17 persen ketimbang tahun sebelumnya. Pada 2021 nilai ekspor produk kelapa sawit Indonesia ke Tiongkok mencapai US$6,06 miliar. Atau melonjak 82,87 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Kenaikan ini disebabkan meningkatnya harga komoditas CPO dunia dalam setahun terakhir.Untuk sektor produk perikanan, Indonesia berada di peringkat ke-13 sebagai eksportir produk kelautan danperikanan dengan pangsa ekspor 2,85 persen pada 2021.

Baca juga
Ekonomi Bergerak, Mendag Zulhas Lepas Ekspor Tekstil US$400 Ribu

Sedangkan, Tiongkok menjadi eksportir perikanan utama dunia dengan pangsa ekspor 9,70 persen. Pada periode Januari-Agustus 2022. nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai US$687,04 juta. Naik 33 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.

Pada 2021, ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai 424,67 ribu ton, senilai US$879,24 juta. Total perdagangan Indonesia dan Tiongkok pada 2021 mencapai US$109,99 miliar, atau tumbuh 54 persen dibandingkan 2020. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok yaitu batu bara, besi baja, kelapa sawit, bubur kayu, serta produk kimia.

 

Tinggalkan Komentar