Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

BPBD Masih Mengecek Dampak Gempa di Kota Maluku

Kamis, 30 Des 2021 - 10:44 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
BPBD Masih Mengecek Dampak Gempa di Kota Maluku

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Maluku mengecek dampak gempa di Kota Maluku Barat Daya. Gempa dengan magnitudo 7,3 terjadi Kamis pukul 01.25 WIB di sekira 132 km arah timur Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kepala BPBD Provinsi Maluku Henry Far Far berusaha menghubungi pejabat penanggung jawab upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Maluku Barat Baya.

“Namun jaringan telepon sangat terganggu dan tidak bisa terhubung,” kata Henry di Ambon, Kamis (30/12/2021).

Henry juga menghubungi Camat Damer di Kabupaten Maluku Barat Daya untuk meminta keterangan mengenai dampak gempa di wilayah tersebut.

Menurut dia, Camat Damer John Mose masih mengecek dampak gempa di desa-desa yang ada di wilayahnya.

Baca juga
Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim Siang Ini

“Nomor kontak para kepala desa di Pulau Damer juga ada, tetapi sangat sulit menghubungi mereka, tidak bisa terkoneksi,” kata Henry.

Menurut Jonathan Maalette, seorang warga di Pulau Wonreli-Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, guncangan akibat gempa bumi pada Kamis dini hari.

“Semua orang yang sementara tertidur kaget dengan guncangan tersebut. Mereka lari berhamburan ke luar rumah dan mencari halaman yang terbuka,” kata Jonathan.

BPBD Masih Mengecek Dampak Gempa Karena Ada Laporan Kerusakan

BMKG menyatakan bahwa gempa dengan magnitudo 7,3 terjadi pada pada Kamis pukul 01.25 WIB di sekira 132 km arah timur Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Gempa yang pusatnya berada di laut pada kedalaman 182 km itu getarannya terasa sampai di Kota Tiakur pada skala intensitas V-VI MMI, Tepa pada skala IV-V, Saumlaki pada skala IV MMI, serta Tual, Kupang, Alor, Rote, Malaka, Atambua, dan Sumba pada Skala III-IV MMI. Dampak gempa juga terasa hingga di Raja Ampat dan Kota Sorong, Papua Barat, pada skala II MMI.

Baca juga
Gempa Magnitudo 7,3 di Jepang Akibatkan Tsunami dan Listrik Padam

Pada skala II MMI getaran akibat gempa hanya terasa oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang bergoyang. Pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah, terasa seperti ada truk berlalu.

Getaran pada skala IV MMI pada siang hari terasa oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah.

Pada skala V MMI getaran terasa oleh hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun. Gempa menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan tiang-tiang dan barang besar bergoyang. Getaran pada skala VI MMI terasa oleh semua penduduk, membuat kebanyakan orang terkejut dan lari keluar. Gempa menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan.

Tinggalkan Komentar