Kamis, 14 Mei 2026 | 26 Dzulqa'dah 1447
inilah.commarketsektor riilBPS: Angka Pengangguran Turun, Penyerapan Tenaga Kerja Tembus 147,67 Juta Orang

BPS: Angka Pengangguran Turun, Penyerapan Tenaga Kerja Tembus 147,67 Juta Orang

Ikhsan Medium.jpeg
Rabu, 6 Mei 2026 - 15:40 WIB
Share
BPS melaporkan jumlah penduduk bekerja mencapai 147,67 juta orang pada Februari 2026. Adapun tingkat pengangguran turun menjadi 4,68 persen di tengah tekanan global. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

BPS melaporkan jumlah penduduk bekerja mencapai 147,67 juta orang pada Februari 2026. Adapun tingkat pengangguran turun menjadi 4,68 persen di tengah tekanan global. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Pasar tenaga kerja nasional menunjukkan performa impresif pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk yang bekerja mencapai 147,67 juta orang pada Februari 2026. Angka ini meningkat signifikan, bertambah sekitar 1,896 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi di berbagai daerah tetap bergeliat meski dibayangi tekanan global. Peningkatan jumlah penduduk bekerja ini secara otomatis menekan angka pengangguran di tanah air.

Tingkat Pengangguran Terbuka Menyusut

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi bukti nyata perbaikan pasar kerja. TPT tercatat turun dari 4,76 persen pada Februari 2025 menjadi 4,68 persen pada Februari 2026.

"Jumlah pengangguran juga berkurang dari 7,28 juta orang menjadi 7,24 juta orang pada periode yang sama," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dari total 219,54 juta penduduk usia kerja, sebanyak 154,91 juta orang masuk dalam kategori angkatan kerja. Hal ini membawa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) nasional berada di level 70,56 persen.

Tiga Sektor Utama Penopang Lapangan Kerja

Sektor pertanian masih memegang peran vital sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia dengan kontribusi mencapai 28,78 persen. Di posisi kedua, sektor perdagangan besar dan eceran turut menyumbang sekitar 17,95 persen pada Februari 2026.

Sementara itu, sektor industri pengolahan mencatatkan kontribusi sebesar 13,57 persen terhadap total tenaga kerja. Geliat di sektor industri ini menandakan mesin produksi nasional terus berputar untuk memenuhi permintaan pasar.

Secara kumulatif, sektor pertanian, perdagangan, dan industri menjadi tulang punggung utama dengan menyerap 60,29 persen dari total tenaga kerja nasional. Ketiganya berperan krusial dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.

Perbaikan Kualitas dan Stabilitas Pekerjaan

Tak hanya dari sisi kuantitas, BPS juga menyoroti adanya perbaikan kualitas lapangan kerja. Data menunjukkan proporsi pekerja penuh waktu mengalami peningkatan, sementara angka setengah pengangguran justru menurun.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa lapangan kerja yang tersedia saat ini jauh lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dengan meningkatnya jumlah pekerja penuh waktu, tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat diharapkan dapat terus terjaga untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com