Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

BPS Catat Inflasi 0,03 Persen pada Agustus 2021

Rabu, 01 Sep 2021 - 16:14 WIB
BPS Catat Inflasi 0,03 Persen pada Agustus 2021 - inilah.com

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,57 pada Agustus 2021.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/9/2021), mengatakan bahwa pendorong inflasi ini di antaranya harga minyak goreng yang naik dan momentum tahun ajaran baru sehingga uang sekolah SD, SMP, dan perguruan tinggi turut meningkat dengan masing-masing andilnya 0,02 persen.

Beberapa komoditas lain seperti tomat, ikan segar, pepaya, rokok kretek, sewa rumah, dan uang sekolah SMA, juga mengalami peningkatan dengan masing-masing andilnya sebesar 0,01 persen.

Baca juga
Perang Rusia-Ukraina Pacu Harga Energi dan Inflasi Berkepanjangan di Banyak Negara

Selain itu, beberapa komoditas yang berkontribusi dalam deflasi di antaranya adalah cabai rawit dengan andil cukup besar yakni minus 0,05 persen.

Kemudian beberapa komoditas lain seperti daging ayam ras, cabai merah, bayam, buncis, kacang panjang, kangkung, sawi hijau, dan tarif angkutan udara turut memberikan andil deflasi terhadap inflasi pada Agustus 2021.

Dengan terjadinya inflasi pada Agustus lalu, maka inflasi tahun kalender Januari sampai Agustus 2021 sebesar 0,84 persen dan tahun ke tahun (yoy) sebesar 1,59 persen.

Dari 90 kota IHK, sebanyak 34 kota menyumbang inflasi dan sebanyak 56 kota yang mengalami deflasi pada Agustus 2021.

Untuk 34 kota yang mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Kendari (Sulawesi Tenggara) yaitu sebesar 0,62 persen karena adanya kenaikan pada harga komoditas bayam dan ikan-ikanan seperti ikan kembung, ikan layang, ikan benggol, ikan selar, ikan tude, serta ikan teri.

Baca juga
Sentimen Wall Street, Minyak, dan Omicron Buat IHSG tak Nyaman

Sementara dari 56 kota yang mengalami deflasi, deflasi tertinggi terjadi di Sorong (Papua Barat) sebesar minus 1,04 persen dengan komoditas yang menyebabkan deflasi tinggi meliputi ikan kembung, angkutan udara, cabai rawit, kangkung, dan sawi hijau.

Tinggalkan Komentar

×