Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

BPS: Perang Rusia dan Ukraina Picu Inflasi Tinggi Dunia

Perang Rusia dan Ukraina Bisa Picu Inflasi Global
kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono

Perang Rusia dan Ukraina memberikan dampak yang besar khususnya bagi perdagangan global yang dapat memicu inflasi. Sebab Rusia dan Ukraina merupakan eksportir sejumlah komoditas di dunia.

“Jadi, kalau kita lihat, peran Rusia dan Ukraina di pasar global ini cukup strategis. Rusia itu merupakan negara eksportir kedua minyak mentah. Untuk batu bara merupakan eksportir ketiga dunia, dan untuk gandum adalah eksportir terbesar di dunia,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono di Jakarta, Senin (18/4/2022).

Tidak hanya itu, lanjut Margo, Rusia juga merupakan eksportir LNG terbesar ketujuh di dunia. Dengan demikian, terlihat bahwa dalam tatanan global, Rusia cukup memberikan pengaruh kepada negara lain.

Baca juga
Pembuktian Ekspansi Bisnis Digital, Jumlah Transaksi BNI Mobile Banking Melonjak 43,4 Persen

Hal tersebut juga terjadi pada Ukraina, di mana Ukraina merupakan eksportir minyak nabati terbesar di dunia. Kemudian, Ukraina juga eksportir terbesar keempat dunia untuk komoditas jagung, dan eksportir terbesar kelima dunia untuk gandum.

Dengan terjadi perang, lanjut Margo, akan berpengaruh terhadap rantai pasok beberapa komoditas yang dimiliki kedua negara.

“Kalau kita lihat bagaimana dampak perang Rusia dan Ukraina dengan melihat beberapa peran strategis yang dimiliki kedua negara tadi, saya mengutip dari IMF, di antaranya beberapa negara di belahan barat ditengarai dengan harga komoditas yang tinggi, akan berpengaruh terhadap inflasi,” ujar Margo.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Sesi Kedua Perdagangan

Kemudian, negara di Sub Sahara Afrika juga akan berpengaruh kepada kondisi negaranya, karena 80 persen pasokan gandum mereka berasal dari Rusia dan Ukraina.

Selain itu, di Timur Tengah dan Afrika Utara diprediksi akan terjadi kenaikan harga komoditas dan berdampak pada sektor pariwisata, di mana kedua wilayah tersebut merupakan tujuan wisata warga Rusia dan Ukraina.

“Jadi, kalau di sana perang tentu saja akan berpengaruh kepada pendapatan di Timur Tengah dan Afrika Utara,” tukas Margo.

Sementara itu, dampak bagi negara-negara di Eropa lebih kepada pasokan gas alam yang kemungkinan akan terganggu dan berdampak pada tekanan fiskal di negara-negara tersebut.

Baca juga
IMF Prediksi Inflasi Tembus 8,7 Persen dan Bunga Pinjaman Luar Negeri Naik

Dampak perang Rusia dan Ukraina ke Indonesia, yakni dengan naiknya harga komoditas non migas terutama batu bara dan CPO, maka akan berpengaruh kepada ekspor Indonesia.

“Begitu juga dengan peningkatan harga migas yang akan berpengaruh kepada impor migas kita di Maret 2022. Ke depan, tergantung apakah perang akan berlangsung lama atau cepat ini dampaknya ke Indonesia kepada kenaikan harga-harga internasional,” pungkas Margo.

Tinggalkan Komentar