Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Brigadir J Tak Pernah Keluhkan Pekerjaan, Ayah Tak Sangka Ferdy Sambo Dalang Pembunuhan

Selasa, 09 Agu 2022 - 23:14 WIB
Lemkapi - inilah.com
Kerabat memegang foto almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat pemakaman kembali jenazah setelah autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Autopsi ulang yang berlangsung selama enam jam itu dilakukan atas permintaan keluarga dalam mencari keadilan dan pengungkapan kasus. Foto: Antara

Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) mengaku kaget mendengarkan pengumuman dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers, di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022), yang menyebutkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana ajudannya sendiri. Ayah almarhum Brigadir J, Samuel Hutabarat menyebutkan, selama ini sang anak tidak pernah mengeluhkan pekerjaan kurang lebih 2,5 tahun menjalani tugas sebagai ajudan Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam Polri.

“Selama ini anak kami Yosua yang sudah bekerja selama 2,5 tahun dengan Pak Ferdy Sambo tidak pernah mengeluh atas pekerjaannya dan mungkin disimpannya, agar keluarga tidak mengetahuinya,” kata Samuel, di Muaro Jambi.

Baca juga
Polri Putuskan Pecat Ferdy Sambo

Samuel mengaku tidak menyangka Ferdy Sambo menjadi pelaku utama pembunuhan tersebut. “Saya sebagai ayah Yoshua tidak menyangka jika pelaku utamanya adalah Ferdy Sambo dan terkejut mendengarkan pengumuman dari Kapolri,” tuturnya.

Menurutnya, almarhum tidak pernah menceritakan adanya keanehan atau hal-hal buruk kepada keluarga dalam menjalani tugas sebagai ajudan. “Saat berkomunikasi dengan keluarga di Jambi, anak kami Yosua tidak pernah membebani pikiran kami, begitu juga ketika dia pulang ke Jambi tidak pernah mengatakan hal yang buruk dan dia selalu menceritakan yang baik saja,” kata Samuel.

Secara resmi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan bahwa mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol FS sebagai tersangka, bersama dua anggotanya Brigadir RR dan Bharada RE, dan K. Keempatnya dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Tinggalkan Komentar