Selasa, 16 Agustus 2022
18 Muharram 1444

Brigadir J Tewas Sehari Setelah Anniversary Ferdy Sambo dan Istri, Sempat Telepon Pacar

Jumat, 05 Agu 2022 - 20:55 WIB
0730 102252 C9cc Inilah.com  - inilah.com
Irjen Ferdy Sambo bersama istri, Putri Candrawathi, menggelar acara anniversary di Magelang, sehari sebelum ajudan, Brigadir J diumumkan tewas di rumah dinas Kadiv Propam, Duren Tiga, Jaksel, pada 8 Juli 2022 yang lalu.

Komnas HAM belum mampu menyimpulkan motif tewasnya Brigadir Yosua (Brigadir J) di rumah dinas Kadiv Propam Polri, 8 Juli 2022 yang lalu. Selama lebih dari dua pekan melakukan penyelidikan, komnas belum mampu memastikan peristiwa apa yang melatari Brigadir J tewas dengan tidak wajar di rumah jenderal Ferdy Sambo. Fakta yang didapat sejauh ini, Brigadir J turut hadir dalam acara ulang tahun pernikahan (anniversary) Ferdy Sambo dan istri, Putri Candrawathi, di Magelang serta sempat menelepon kekasih, Vera, sebelum tewas.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyebutkan, jajaran masih fokus menggali peristiwa awal yang terjadi di TKP. Setidaknya selama pukul 17.00 WIB-17.30 WIB. Namun untuk memastikannya, Komnas HAM harus menggali kegiatan-kegiatan yang terjadi pada satu hingga dua hari sebelum tewasnya Brigadir J, salah satunya momen Irjen Ferdy Sambo bersama istri, Putri Candrawathi merayakan ulang tahun pernikahan (anniversary) di Magelang.

“Data terbaru yang akurat, dari bukti-bukti yang kami dapatkan, berupa tiket, dan lainnya,” kata Taufan, dalam acara diskusi virtual di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Baca juga
Kapolri juga Harus Nonaktifkan Irjen Ferdy Sambo Sebagai Kasatgassus

Taufan melanjutkan, Jenderal Sambo bertolak ke Magelang dari Semarang menggunakan pesawat karena sedang dinas di sana. Brigadir J, Bharada E turut hadir dalam momen bersejarah di Magelang itu. Tidak ada peristiwa menonjol dalam acara di Magelang. “Yosua ada di situ, Bharada E atau Richard juga ada di situ. Yang lain-lain ada, semua situasi, suasana gembira saja,” ujarnya.

Komnas HAM tidak mendalami peristiwa di Magelang, namun menyebut Jenderal Sambo sempat pergi ke Magelang pada 4 Juli atau beberapa hari sebelum perayaan anniversary untuk mengantar sang putra yang bersekolah di sana. Komnas, lanjut Taufan, fokus pada peristiwa tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jaksel pada 8 Juli 2022 yang lalu.  Khususnya untuk membangun konstruksi peristiwa yang terjadi antara pukul 17.00 WIB-17.30 WIB di rumah dinas dan rumah pribadi Jenderal Sambo yang jaraknya berdekatan.

Baca juga
Penyidikan Kasus Penembakan Brigadir J Ditarik ke Polda dari Polres Jaksel

“Sekarang fokus kita adalah antara rumah pribadi ke rumah dinas antara pukul 17.00 WIB ke 17.30 WIB yang artinya itu waktunya sangat singkat,” kata dia.

Dia mengakui pada pukul 16.30 WIB terlihat Ferdy Sambo dan ajudan, Deden didampingi petugas PCR. Selang empat menit, rombongan Putri Candrawathi tiba. PCR disebut dilakukan di belakang rumah pribadi keluarga Ferdy Sambo.

Nah setelah itu ada ART, ada Yosua keliatan PCR, Richard juga keliatan PCR, setelah itu istirahat semua,” tuturnya.

Menurut Taufan, setelah istirahat para ajudan atau Adc terdengar tertawa-tawa, bercanda, dalam suasana yang tidak tegang. Suara para ajudan tersebut terdengar oleh Vera, yang sedang menelepon Brigadir J, kekasihnya. “Setelah itu kira-kira jam 17.01 atau berapa, rombongan naik ke mobil menuju ke TKP. Pak Sambo keluar enggak berapa lama menuju tempat lain dari TKP, tapi baru beberapa menit berjalan akhirnya balik lagi,” jelas Taufan.

Berdasarkan keterangan penyidik, Ferdy Sambo kembali lagi ke rumah dinas, karena ditelepon istri terkait adanya kejadain tembak-menembak yang mengakibatkan Brigadir J tewas. Dalam rekaman CCTV terlihat Putri kembali ke rumah pribadi dalam keadaan menangis. Namun Taufan menilai, ada keterangan yang tidak sinkron terkait peristiwa tersebut. Khususnya antara penyidik dengan ajudan Ferdy Sambo.

Baca juga
Komnas HAM Heran tak Ada Oknum TNI-Polri Jadi Tersangka di Kasus Kerangkeng Manusia

“Problem krusialnya di sini adalah hanya keterangan Bharada E yang dia bilang mendengar teriakan-teriakan Ibu PC seperti ‘Tolong Richard, tolong Riki’. Kemudian enggak lama dia turun ke bawah ketemu Yosua. Nah kan katanya Yosua menodongkan senjata, dalam keterangan mereka (ajudan) ini enggak ada keterangan itu,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar