Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Bujuk Elon Musk Investasi ke Indonesia tak Tembus-tembus, Menko Luhut Akui Berat

Senin, 23 Mei 2022 - 19:12 WIB
Bujuk Elon Musk Investasi ke Indonesia, Menko Luhut Akui Berat
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan CEO Tesla, Elon Musk.

Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menemui CEO Tesla Inc Elon Musk di kantornya di AS untuk minta agar berinvestasi ke Indonesia. Tak berselang lama, Presiden Joko Widodo melakukan hal yang sama. Namun belum jelas juga.

Kata Menko Luhut, memang tak mudah membujuk Elon Musk untuk membenamkan duitnya ke Indonesia. Perlu waktu dan kesabaran. Saat ini, sinyal Tesla akan melebarkan industrinya ke Indonesia, masih terbuka.

“Masuknya investasi suatu perusahaan itu, tidak semudah menjentikkan jari. Butuh proses dan waktu yang tidak sebentar. Apalagi investasi dengan nilai jumbo,” ujar Menko Luhut, Jakarta, Senin (23/5/2022).

Baca juga
Kecewa dengan Kebijakan Upah Buruh Gubernur Khofifah, Pengusaha Ancam-ancam Investasi

Diakui Menko Luhut, hingga saat ini, belum ada kesepakatan resmi antara Indonesia dengan Tesla Inc. Masyarakat perlu lebih bersabar menunggu kepastian investasi Elon Musk masuk Indonesia.

Menko Luhut benar. Waktu dua tahun dihabiskan untuk melobi pria paling tajir sedunia yang kekayaannya mencapai US$219 miliar itu. Pemerintah Indonesia sangat bernafsu untuk membetot bos SpaceX, berinvestasi di sektor nikel. Demi melengkapi ekosistem kendaraan listrik yang diimpikan Presiden Jokowi.

Pun Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, mengatakan hal yang sama. Memang sulit memikat sang raja mobil listrik itu. Beda dengan perusahaan baterai listrik lain, seperti LG (Korea Selatan), CATL (China), dan investor lainnya.

Baca juga
Didemo Ribuan Petani Sawit, Jokowi Langsung Buka Keran Ekspor Senin Depan

Asal tahu saja, LG berkomitmen investasi senilai US$9,8 miliar. Sedangkan CATL, investasi tahap awal sebesar US$5,2 miliar. “Tesla memang belum, masih dalam proses,” kata Bahlil.

Selanjutnya, dia menyebut Tesla kepincut investasi mobil listrik dan baterai listrik. Kabarnya sih tahun ini tapi belum tahu bulan apa. Jadi ya Tesla masih belum jelas. [ikh]

 

Tinggalkan Komentar