Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Bukan Diperkosa, Brigjen Benny Ali Sebut Putri Candrawathi Diraba-raba Brigadir J

Selasa, 06 Des 2022 - 21:24 WIB
Penulis : Aria Triyudha
Terdakwa Ferdy Sambo bersama Putri saat menjalani sidang lanjutan.
Dua terdakwa perkara pembunuhan berencana Brigadir J Ferdy Sambo Putri Candrawathi, saat menjalani sidang lanjuta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (6/12/2022). (Foto: Inilah.com/Agus Priatna)

Mantan Karo Provos Divisi Propam Polri Benny Ali mengungkapkan soal peristiwa dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Menurut Benny, Brigadir J melakukan pelecehan dengan meraba paha Putri Candrawathi.

Hal itu berdasarkan keterangan yang dia peroleh saat menemui Putri setelah pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

“Almarhum Yosua melakukan pelecehan sehingga beliau berteriak,” kata Benny saat bersaksi dalam sidang pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Benny memerinci, dia awalnya mendatangi rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri,  Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).  Ia datang setelah dihubungi Ferdy Sambo yang saat itu menjabat Kadiv Propam Polri. Kepada Benny, Sambo saat itu mengaku terjadi baku tembak di rumah dinas Kompleks Polri, Duren Tiga.

Baca juga
Mahfud MD Sebut Ada Pemred Dihubungi Ferdy Sambo

Setiba di lokasi, Benny lalu bertanya soal baku tembak itu. Dia mendapat penjelasan dari Ferdy Sambo bahwa kejadian itu terjadi setelah Brigadir J melecehkan Putri Candrawathi.

Benny kemudian menanyakan soal keberadaan Putri kepada Ferdy Sambo. Ia lalu diberi tahu oleh Ferdy Sambo, Putri berada di rumah Jalan Saguling. Rumah ini lokasinya tak jauh dari rumah dinas Kompleks Polri.

Banyak Menangis

Benny bersama Kombes Pol Susanto Haris, yang saat itu Kabag Gakkum Provos Divpropam Polri, lalu menuju ke rumah Saguling. Selanjutnya, dia bertanya kepada Putri. Namun, perempuan paruh baya itu disebut memberi jawaban sambil menangis

Baca juga
Penyakit Lupa Berat ala Nunun Daradjatun

“Bu Putri menangis waktu itu. Beliau menyampaikan bahwa saat itu beliau baru pulang dari Magelang, pakai celana pendek, istirahat di Duren Tiga, sedang santai, lalu Bu Putri menangis lagi,” kata Benny.

Benny dan Kombes Pol Susanto Haris lalu kembali ke rumah dinas Kompleks Polri, Duren Tiga setelah mengantongi keterangan Putri Candrawathi. Kesimpulan sementara pun mencuat bahwa terjadi pelecehan di rumah dinas Kadiv Propam Polri yang diperkuat keterangan saksi seperti Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, Richard Eliezer, dan Ferdy Sambo.

Versi Ferdy Sambo

Sementara, Ferdy Sambo di sela-sela persidangan menyebut, Brigadir J telah memperkosa istrinya, Putri Candrawathi. Dia membantah adanya motif perselingkuhan yang melatarbelakangi kasus pembunuhan itu

Baca juga
Dinilai Membahayakan, Kamaruddin Enggan Buka Hasil Investigasi Pembunuhan Brigadir J

“Jelasnya istri saya kan diperkosa sama Yosua. Tidak ada motif lain apalagi perselingkuhan,” kata Ferdy Sambo.

Mantan Kadiv Propam Polri itu juga membantah pengakuan Bharada E tentang sosok perempuan menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo. “Tidak benar itu keterangan dia, ngarang-ngarang,” ujar Ferdy Sambo.

Tinggalkan Komentar