Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Bukan Profitabilitas, Analis: Ekosistem dan Prospek Bisnis Jadi Daya Tarik GoTo

Untuk saat ini, investor ditengarai tak melihat saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari sisi profitabilitasnya. Salah satu daya tarik saham teknologi ini adalah ekosistem, serta model dan prospek bisnis perseroan ke depan. - inilah.com
Foto: Instagram/@melissasiska

Untuk saat ini, investor ditengarai tak melihat saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari sisi profitabilitasnya. Salah satu daya tarik saham teknologi ini adalah ekosistem, serta model dan prospek bisnis perseroan ke depan.

Penilaian tersebut datang dari Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana. “Untuk saat ini GOTO bukan saham yang dilihat profitabilitasnya, ini saham yang tipikal financial technology dan startup. Yang dikejar itu adalah user dan jumlah transaksi, investor melihat growth-nya dari itu,” ujar Wawan dalam keterangan di Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Jangkauan GoTo dinilai luas karena di dalamnya terdapat Gojek, Tokopedia, dan GoPay. Dengan ekosistem dan model bisnis yang dibangun, GoTo akan menjadi salah satu perusahaan dengan kapitalisasi besar pascapenawaran umum saham perdana atau IPO nanti.

Baca juga
Mendag Pimpin Pelepasan Ekspor Akhir Tahun Senilai Rp35,03 Triliun

Dengan asumsi penawaran harga di kisaran Rp316-346 per saham, kapitalisasi saham GOTO akan mencapai sekitar Rp376,6 triliun (26,2 miliar dolar AS) hingga Rp413,7 triliun (28,8 miliar dolar AS) saat tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) nanti. Angka tersebut masuk empat besar saham dengan kapitalisasi yang tertinggi di BEI setelah BCA, BRI, dan Telkom.

Namun, nilai kapitalisasi GoTo yang begitu besar bisa menjadi acuan bagi investor, terutama investor institusi, meskipun mereka akan lebih banyak pertimbangan.

Satu-satunya di Asia Tenggara

Saat ini, GoTo merupakan satu-satunya perusahaan di kawasan Asia Tenggara yang menawarkan layanan on-demand services, e-commerce dan financial technology services yang berskala besar dan terintegrasi di dalam satu ekosistem.

Baca juga
Curhat ke Dubes Lu Kang, Menko Luhut Was-was Proyek Kereta China Molor

Layanan perusahaan menghubungkan lebih dari 55 juta Annual Transacting Users (ATU) dengan 14 juta pedagang terdaftar, dan 2,5 juta mitra pengemudi yang terdaftar per 30 September 2021.

Menurut Wawan, setiap investor tentu belajar dari investasinya di perusahaan sejenis di masa sebelumnya, tapi emiten seperti GoTo dinilai memiliki model bisnis yang berbeda, karena terintegrasi dengan jejaring yang luas di dalam ekosistemnya.

Dalam IPO, GoTo menawarkan sebanyak 48 miliar saham baru Seri A dengan kemungkinan ditingkatkan sampai sebanyak-banyaknya 52 miliar saham baru dan mewakili hingga 4,35 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah selesainya IPO (tidak termasuk saham tambahan dari opsi penjatahan lebih).

Baca juga
Foto: Harga Telur Ayam Tembus hingga Rp31.000 per Kilogram di Jakarta

Salah satu strategi yang disiapkan GoTo untuk menjaga kinerja sahamnya di bursa tidak terpuruk usai melantai 4 April 2022 nanti yaitu dengan menjalankan skema greenshoe option dan hak suara multipel (HSM) atau multiple voting shares (MVS).

Greenshoe merupakan mekanisme yang memberikan GoTo fleksibilitas untuk menunjuk broker sebagai agen stabilisasi saham selama periode 30 hari sejak saham tercatat di BEI.

Melalui IPO, GoTo akan mengalokasikan dana stabilisasi saham atau greenshoe sebesar 160 juta dolar AS atau sekitar Rp2,3 triliun.

Tinggalkan Komentar