Bukan Sekadar Proyek Infrastruktur, Bos Waskita Kebut Sekolah Rakyat Tanpa Abaikan Kualitas

Ilustrasi - Gedung kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Foto: ANTARA/HO-Waskita Karya/aa).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk, Muhammad Hanugroho, menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Proyek tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung masa depan pendidikan Indonesia.
“Sarana Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Pengerjaan ini bukan sekadar menyelesaikan pembangunan proyek, tapi juga investasi jangka panjang untuk anak-anak Indonesia dalam mendukung proses belajar mengajar yang merupakan penentu masa depan bangsa,” kata Hanugroho, dikutip Rabu (6/5/2026).
Ia pun rutin meninjau langsung progres proyek bersama Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan standar kualitas.
Saat ini, Waskita Karya mendapat penugasan membangun lima Sekolah Rakyat di Jawa Timur, yang tersebar di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, serta Kota Surabaya, dengan nilai proyek mencapai Rp1,11 triliun.
Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan telah mencapai 45,5 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru yang dimulai Juli 2026. Hal tersebut disampaikan Menteri PU, Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi bersama tujuh BUMN karya yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana pembangunan SR tahap III.
Ia menyebut, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.
Dody juga meminta percepatan penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, ketersediaan tenaga kerja, hingga kesiapan infrastruktur pendukung agar proyek dapat berjalan sesuai target.
“Tetap utamakan kualitas dalam pembangunannya. Baik dari segi material maupun struktur bangunannya, karena bangunan sekolah ini harus bisa bertahan untuk dimanfaatkan minimal selama 20 tahun,” ujarnya.
Saat meninjau proyek Sekolah Rakyat di Surabaya, Dody menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Waskita Karya yang dinilai cepat sekaligus tetap menjaga kualitas.
“Waskita (hasil kerjanya) ini bagus. Terima kasih Pak Kasatker, mudah-mudahan sebelum Juni 2026 selesai,” katanya.
Sementara itu, Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan tim di lapangan berkomitmen menyelesaikan proyek secepat mungkin tanpa mengabaikan standar mutu dan keselamatan kerja.
“Dedikasi tinggi dan kerja keras ratusan pekerja menjadi ujung tombak keberhasilan proyek. Bagi mereka, menyukseskan program prioritas pemerintah ini merupakan tujuan utama,” ujarnya.
Ermy menambahkan, proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur melibatkan hampir 4.000 pekerja, termasuk tenaga kerja lokal.
“Ke depannya kami akan terus menyerap lebih banyak pekerja lokal untuk menyelesaikan proyek, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Proyek ini menggerakkan sektor informal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.