Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Bukit Asam Kantongi Kenaikan Laba Bersih 110 Persen di Kuartal III 2022

Kamis, 27 Okt 2022 - 15:45 WIB
Ekspor Ratusan Ton Batu Bara ke Italia, PTBA Rambah Pasar Eropa - inilah.com
(Foto: iStockphoto.com)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih Rp10 triliun pada triwulan III 2022. Angka ini meningkat 110% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,8 triliun.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengatakan, total aset perusahaan meningkat signifikan sebesar Rp41,2 triliun per 30 September 2022. Angka ini naik 28% ketimbang kuartal III 2021 yang mencapai Rp33,2 triliun

“Kenaikan kinerja ini didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan,” katanya saat konferensi pers secara virtual yang dipantau di Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Baca juga
Konsumsi Batu Bara untuk Kelistrikan Naik 60 Persen

Pencapaian laba bersih, sambung dia, didukung dengan pendapatan sebesar Rp31,1 triliun yang meningkat 60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan laba ini juga dipengaruhi kenaikan harga jual batu bara di pasar global, yang mana harga jual rata-rata Rp1,3 juta per ton pada kuartal III 2022, atau jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu terjadi kenaikan 143 persen,” ujarnya.

Arsal menyampaikan, pencapaian gemilang ini didukung kinerja perusahaan yang solid sepanjang kuartal III.

“Kami mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan dan menempatkan efisiensi secara optimal,” tambah dia.

Menurut Arsal, bagian yang terpentig adalah melakukan maintenance dalam cost dengan baik sehingga pada 2023 mendatang, perseroan sudah siap menghadapinya. “Kami terus melakukan operasional yang excellent sehingga produksi yang kita lakukan terus optimal dan kita tingkatkan mengikuti kondisi perkembangan di pasar dan secara internal,” tuturnya.

Baca juga
Indonesia Tobacco Anggarkan Capex Rp25 Miliar untuk Peremajaan Mesin Renovasi

Arsal menegaskan, target produksi 2023, perusahaan akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan. “Sebab, mau tidak mau, PTBA harus siap menghadapi situasi seperti itu,” ucapnya.

Dia membeberkan, 2023 merupakan tahun yang penuh tantangan di mana kemungkinan akan terjadi resesi global. “Nah, untuk 2023 kami tentunya menyesuaikan dengan situasi dan kondsisi yang ada di lapangan. Umumnya, kami belum bisa mengumumkan bagaimana terkait target produksi, penjualan dan lainnya. Kami berharap ya harus lebih baik dari tahun kemarin atau tahun ini,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar