Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Bulog Jual Daging Kerbau Asal India Seharga Rp80.000 per Kilogram

Bulog Jual Daging Kerbau Asal India Seharga Rp80.000 per Kilogram
Daging Impor

Perum Bulog mendatangkan sebanyak 36.000 ton daging kerbau asal India untuk memenuhi kebutuhan pasokan daging masyarakat saat Ramadan dan Lebaran/Idul Fitri 1443 H tahun ini.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan kontrak impor daging kerbau tahap pertama sebanyak 20.000 ton sudah masuk seluruhnya pada akhir Maret lalu.

“Kita dapat penugasan 100.000 ton untuk satu tahun ini. Untuk percepatan, kita datangkan 36.000 untuk kebutuhan Ramadhan ini. Yang 20.000 ton itu sudah selesai. Menjelang Lebaran atau akhir April ini diperkirakan akan datang (sekitar) 15.000 ton lagi sampai menjelang Lebaran,” katanya saat meninjau kedatangan daging impor dari India di Terminal Mustika Alam Lestari, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/4/2022).

Baca juga
Ingin Ekonomi Melesat, Menko Airlangga Dorong Percepatan Penyelesaian 218 Proyek Infrastruktur di Jatim Senilai Rp294 Triliun

Buwas, sapaan akrabnya, menjelaskan Bulog mendapatkan penugasan impor daging kerbau dari India sebanyak 100.000 ton pada tahun ini.

Impor daging kerbau ini sebagai alternatif pilihan bagi konsumen dalam memenuhi ketersediaan akan daging serta menjaga stabilisasi harga daging di tingkat konsumen, khususnya pada momen Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2022 l.

“(Daging kerbau) ini akan diedarkan untuk seluruh Indonesia, melalui divre-divre seluruh wilayah Bulog di seluruh Indonesia yang membutuhkan daging. Kita berharap, karena daging sapi masih kurang, maka kebutuhan daging untuk masyarakat bisa dipenuhi daging kerbau India ini,” katanya.

Daging kerbau impor asal India dengan kemasan 1 kilogram dan 5 kilogram itu juga akan langsung didistribusikan ke konsumen melalui ritel-ritel modern. Ada pun harga ritel daging kerbau impor India dipatok Rp80.000 per kg.

Baca juga
Jurus Cuan Saham dalam Kondisi Kepanikan

Selain itu, pasokan daging kerbau juga akan disesuaikan dengan permintaan yang diajukan daerah.

“Sasaran utama Ramadan Lebaran itu langsung ke konsumen, kita jaga supaya larinya tidak ke industri. Kami kerja sama dengan Satgas Pangan untuk ikut mengawasi peredaran ini. Jangan sampai nanti disalahgunakan,” kata Buwas.

Tinggalkan Komentar