Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Bumame, Dari Salah Keluarkan Hasil Tes Sampai Bosnya Terseret e-KTP

Bumame, Dari Salah Keluarkan Hasil Tes Sampai Bosnya Terseret e-KTP

Nama Bumame Farmasi kembali jadi hangat setelah kasus seorang wanita yang protes soal hasil tes COVID-19 PCR atau antigen yang dinyatakan positif. Padahal perempuan itu mengaku belum melakukan tes COVID-19.

Setelah kasus itu kini Bumame Farmasi jadi perbincangan lagi di media sosial karena hasil tes COVID-19 mereka tidak valid. Beberapa nama yang mengeluhkan adalah penata gaya, Caren Delano yang dinyatakan positif setelah hasil tes.

Namun hasil berbeda dia dapatkan saat tes di rumah sakit sebanyak dua kali. Dalam tes keduanya itu, Caren dinyatakan negatif COVID-19.

“Dibuat GEGEERRRR pagi ini.. Ini cerita gue.. Kemarin kamis 3 febuari jam 11 pagi gue memutuskan untuk melakukan swab antigen dan swab PCR (yang hasilnya keluar dalam 24 jam), ini gue lakukan karena seharusnya sore ini gue menghadiri acara ulang tahun bos gue.. supaya semuanya aman dan tenang gue berinisiatif untuk melakukan kedua test tersebut.. Dan kemarin hasil swab antigennya tentu langsung keluar dalam 15 menit saja.. hasilnya NEGATIF,” buka Caren Delano dalam Instagram miliknya.

Baca juga
Berkat Airlangga, Forum Seniman Betawi Bisa Kembali Manggung

Selain itu, ada komika nasional Mo Sidik yang menyebut Bumame Farmasi tidak profesional. Berbeda dengan Caren, Mo Sidik memang positif COVID-19. Namun dia mengeluhkan soal lamanya hasil tes yang keluar dari Bumame Farmasi.

“Ini Bumame udah keterlaluan sih. Hasil PCR beberapa teman dan sodara gue hampir 2 hari belum keluar,” cuit Mo Sidik.

Dia mengatakan sejak Selasa pekan ini sudah terdeteksi positif COVID-19. Namun hasil PCR dari temannya yang terkonfirmasi melakukan kontak dekat dengan Mo Sidik belum keluar juga sampai sekarang.

“Gue PCR Positif hari Selasa, sampai hari ini belum masuk ke Peduli Lindungi. Unprofessional. Ini efeknya bisa fatal.. Karena..,” katanya.

Baca juga
Kemenag Tawarkan Wisata Religi Candi Prambanan

“Belum lagi masalah pendataan dan tracing. Karena ketidakprofesionalan Bumame banyak yang sudah terlambat untuk ditracing. Sodara saya malah menyimpulkan sendiri.. Ya udah anggap aja gue positif. Ngeri anda Bumame,” sambung Mo Sidik.

Kasus Bumame Farmasi Akan Diselidiki Polisi

Tak lama soal beberapa keluahan itu, Polda Metro Jaya juga menyatakan akan menyelidiki dugaan kesalahan hasil tes COVID-19 yang Bumame Farmasi lakukan. Bahan yang akan polisi jadikan penyelidikan adalah video viral soal seorang wanita yang protes soal hasil PCR atau antigen Bumame Farmasi.

Bumame Farmasi sendiri adalah milik seorang pengusaha Jack Budiman yang namanya pernah disebut dalam bisnis PCR pejabat negara.

Ada dua perusahaan besar yang menjalankan bisnis melalui skema kerja sama dengan pemerintah, yakni PT Daya Dinamika Sarana Medika (DDSM) dan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Baca juga
Erick Thohir Temui Wali Kota Bogor Bima Arya, Bahas Apa Ya?

Selain dua itu, ada juga perusahaan-perusahaan besar tes PCR yang menyasar kalangan umum di antaranya Bumame Farmasi yang dikelola PT Budimanmaju Megah Farmasi, SwabAja, dan Quicktest.

Nama Jack Budiman juga pernah terseret dugaan kasus korupsi mega proyek e-KTP yang menyeret nama besar seperti mantan Ketua DPR Setya Novanto dan sejumlah anggota DPR periode 2009-2014.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur PT Extensa Winaya Fakta, Suhardi; dan Jack Budiman selaku swasta, Senin (29/11/2021).

Keduanya akan bersaksi dalam pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan secara Nasional (e-KTP) dengan tersangka Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos (PLS).

Tinggalkan Komentar