Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Buntut Pesanan Seribu Alsintan, Kiai Mlebes Menunggu Realisasi Janji Jokowi

Senin, 28 Nov 2022 - 12:53 WIB
Presiden Jokowi kunjungi industri alsisntan milik Agus Zamroni di Desa Mlipir, Madiun, 6 Maret 2015. (Foto: twitter/@KyaiMlebes)..

Agus Zamroni, pemilik PT Mitra Maharta, produsen alat dan mesin pertanian (alsintan) di Madiun, Jawa Timur yang dipesan Jokowi pada 2015, tetap setia menunggu realisasinya.

Dikutip dari akun twitter @KyaiBlebes, Jakarta, Senin (28/11/2022), Agus menuliskan besar-besar: “Kyai Mlebes Menunggu Janji Jokowi.”

Sebagai orang Jawa, Agus tetap mengedepankan sopan-santun, meski sakitnya terasa hingga kini. Lantaran terbuai janji manis Presiden Jokowi pada 6 Maret 2015. Kala itu, Jokowi menyambangi industri alsintan miliknya di Desa Mlipir, Madiun, Jawa Timur.

Terkesima dengan mesin panen ukuran kecil (mini) merek Zaaga BN 120 At, Jokowi langsung pesan 1.000 unit. Entah mengapa, hingga kini hanya 70 unit yang terealisasi. Sisanya 930 unit, tak dibeli. Mau tak mau, Agus memasarkannya sendiri. Tersisa 490 unit, tersimpan di gudang. “Perancang mesin-mesin pertanian karya anak bangsa. Stop impor, anak negeri bisa produksi. Sakitnya dikhianati pacar tak sesakit di-PHP (Pemberi Harapan Palsu) Presiden,” cuitnya lagi.

Baca juga
Jokowi Tunjuk Yudo Jadi Calon Panglima TNI karena Pertimbangan Rotasi

Agus mengatakan, industri alat pertanian yang didirikan pada Februari 2012, bertujuan mulia. Mengurangi ketergantungan terhadap alsintan impor, serta mendukung upaya pemerintah dalam swasembada pangan. Sekaligus membuka lapangan kerja untuk oara lulusan SMK di sekitar Madiun.

Untuk menciptakan alsintan, Agus tak main-main. Semuanya dikerjakan dengan serius. Bahkan, produknya sudah tersertifikasi dan memiliki paten merek, serta paten desain. Sedangkan hak paten desain nomornya IDP 000036147 tertanggal 18 Juni 2014. Sedangkan untuk hak paten merek bernomor IDM 0000481496.

Selain rugi barang, Agus pun harus rela menjual asetnya. Sebanyak 24 unit bus pariwisata miliknya, berpindah tangan 14 unit. Semuanya untuk membayar kredit modal di sejumlah bank, senilai Rp60 miliar.

Baca juga
Diplomasi Jokowi ke Ukraina-Rusia Diharapkan Hasilkan Gencatan Senjata

Masalah ini, pernah disampaikan Agus kepada Sandiaga S Uno pada 6 Februari 2019. Agus menyebut, keberpihakan pemerintah Jokowi terhadap produksi dalam negeri, masih setengah hati. Bahkan boleh dibilang tak ada buktinya.

Padahal, Jokowi tahu betul bagaimana dahsyatnya efek domino dari penggunaan produksi dalam negeri. Perekonomian daerah bisa bergerak cepat, serta menyerap tenaga kerja lokal.

Tidak sesuai dengan gembar-gembor Jokowi bahwa penggunaan produk lokal, wajib dijalankan. Seluruh pimpinan BUMN, hingga menteri harus mengikuti perintahnya itu.

Kala itu, Sandiaga berkunjung sebagai cawapres. Pasangan Prabowo Subianto. Kini, Sandi menjabat Menteri Periwisata dan Ekonomi Kreatif. Mendengar curhatan Agus, dia hanya bisa menghibur dan menghibur. Tak ada solusi.

Tinggalkan Komentar