Rabu, 07 Desember 2022
13 Jumadil Awwal 1444

Bupati Bima: Sektor Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang

Selasa, 09 Agu 2022 - 12:50 WIB
Pertanian
Dokumentasi Kementan

Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi tingginya produksi pertanian Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pertanian terbukti mampu menjadi bantalan ekonomi selama pandemi. Karena itu, Indah mengatakan, ke depan program prioritasnya adalah membangun pertanian yang berkembang dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah perekonomian di Kabupaten Bima masih stabil meskipun di tengah badai Pandemi COVID-19. Hal itu dikarenakan andil sektor pertanian yang cukup tinggi. Sektor ini masih menjadi penyumbang terbesar bagi PDRB Bima,” ujar Indah, Senin, (8/8/2022).

Indah mengatakan, komoditas yang saat ini dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bima antara lain komoditas jagung, cabai, bawang merah, dan tanaman pangan lainya seperti padi dan sorgum. Kata Indah, semua kebutuhan itu merupakan program prioritas dan komoditas unggulan Kabupaten Bima yang berkelanjutan.

Baca juga
Di Era Mentan SYL, Sektor Pertanian Cetak Rekor MURI Untuk 3 Kategori Sekaligus

“Kita akan tingkatkan terus apa yang menjadi arahan Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional,” katanya.

Ditambahkan Indah, sektor pertanian merupakan sektor penting dalam menunjang kehidupan manusia di seluruh Indonesia. Artinya, sebuah daerah baru bisa berkembang apabila sektor pertanianya terus dihidupkan.

“Saya memiliki prinsip bahwa suatu daerah itu bisa maju apabila menghidupkan pertanian. Pertanian jadi tumpuan dan pertanian jadi harapan,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tahun 2022 tumbuh 5,44 persen. Hal paling menarik, tiga sektor yang berkontribusi tertinggi, salah satunya pertanian. Ini terlihat dari besaran distribusi dan andil pertanian yang mencapai 12,98 persen atau tumbuh meyakinkan sebesar 1,37 persen. Tercatat faktor tumbuhnya Nilai Tukar Pertani (NTP) yang mencapai 3,20 persen berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat.

Tinggalkan Komentar