Sabtu, 03 Desember 2022
09 Jumadil Awwal 1444

Bupati Cianjur Geram atas Kaburnya Kades Sukamulya, Bakal Diberi Teguran Keras

Jumat, 25 Nov 2022 - 20:48 WIB
Penghafal Alquran
Seorang bocah terduduk di pinggir ruas Jalan Raya Cipanas-Cianjur, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022), (Foto: inilah.com/Agus Priatna)

Bupati Cianjur, Herman Suherman geram dan akan memberi teguran keras kepada Kepala Desa (Kades) Sukamulya, Kecamatan Cugenang, yang dikabarkan kabur usai gempa bumi Magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur.

“Saya geram melihat Kades seperti itu. Saat ini dibutuhkan pemimpin itu. Saya kurang simpati Kades seperti itu. Namanya Gofur kan? Saya tegur nanti,” kata Herman saat dihubungi Inilah.com, Jumat (25/11/2022).

Herman mengaku sudah memerintahkan kepada camat, kepala desa, ketua RW, dan RT untuk bahu-membahu membantu memenuhi dan memfasilitasi kebutuhan warganya. Oleh karena itu, kepala desa dan perangkatnya sudah seharusnya mengambil bagian dalam penanganan dan pemulihan bencana di tengah masyarakat.

Baca juga
Gempa di Cianjur, Warga Berteriak Butuh Ambulans

“Itu pemimpin lagi dibutuhkan rakyat. Bukannya enggak ada, enggak peduli. Kepala pimpinan bagaimana seperti itu? Camat sudah saya minta tegur dan panggil, pimpinan di desa-desa masa seperti itu,” ujar Herman menegaskan.

Diketahui, menghilangnya Kades bernama Gofur itu berimbas pada terhambatnya distribusi bantuan logistik di wilayah Desa Sukamulya.

“Boro-boro, tidak ada bantuan apapun sama sekali (dari pemerintah Desa Sukamulya). Enggak tahu kemana itu (Kades Sukamulya) belum ketemu apalagi survei keadaan di Kampung Pasir Ipis,” kata salah seorang warga Kampung Pasir Ipis, Ahmad Sahidin (30).

Ahmad menuturkan, selain tidak ada bantuan dari pemerintah desa, bantuan dari sejumlah pihak lain seperti perusahaan swasta dan donatur lain juga terhambat akibat dihentikan oleh masyarakat di kampung-kampung yang dilewati bila hendak menuju ke Kampung Pasir Ipis.

Baca juga
Jalur Puncak-Cianjur Lumpuh Tertutup Longsor, Sebaiknya Lewat Rute Ini

“Enggak sampai bantuan, selalu dicegat oleh yang di bawah (masyarakat di kampung lain),” ujarnya.

 

Tinggalkan Komentar