Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Bupati Langkat Jalani Sidang Perdana Hari Ini, Kasus Suap Proyek Barang dan Jasa

Senin, 13 Jun 2022 - 09:31 WIB
Bupati Langkat Jalani Sidang Perdana Hari Ini, Kasus Suap Proyek Barang dan Jasa
Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangi Angin Bakal Menjalani Sidang perdana Hari Ini (Foto:Inilah.com/Agus Priatna)

Bupati Langkat (nonaktif) Terbit Rencana Perangin Angin bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (13/6/2022) hari ini.

Terbit bakal disidang dalam kasus suap terkait kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020 sampai 2022. “Betul. Sesuai penetapan majelis hakim Tipikor pada PN Jakarta Pusat. Sidang perdana (13/6) dengan agenda pembacaan surat dakwaan,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (13/6/2022).

Namun Ali enggan merinci pasal-pasal yang disematkan kepada Terbit Rencana Perangin Angin dalam surat dakwaan yang sudah disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Baca juga
Soroti Tender Gorden DPR, KPK: Masyarakat Lapor Kalau Ada Korupsinya

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat.

Keenam tersangka tersebut yakni, Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin; Kepala Desa Balai Kasih sekaligus Kakak Kandung Terbit Rencana, Iskandar PA (ISK) Selanjutnya, tiga kontraktor yang bertugas menjadi perantara suap yaitu, Marcos Surya Abdi; Shuhanda; dan Isfi Syahfitra.

Kemudian, seorang pengusaha atau kontraktor, Muara Perangin Angin. Dalam perkara ini, Muara Perangin Angin ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.  Sedangkan lima tersangka lainnya, termasuk Terbit Rencana Perangin Angin, merupakan pihak penerima suap.

Baca juga
Foto: Pemeriksaan Isfi Syahfitra

Muara diduga telah menyuap Terbit Rencana Perangin Angin untuk mendapatkan dua proyek di Kabupaten Langkat.

Muara diduga menyuap Terbit Rencana melalui Iskandar PA; Marcos Surya Abdi; Shuhanda; dan Isfi Syahfitra. Adapun, fee yang telah diserahkan Muara untuk Terbit Rencana Perangin Angin yakni sebesar Rp786 juta.

Muara sendiri telah menjalani proses persidangan sebagai terdakwa pemberi suap. Sementara lima tersangka lainnya masih proses penyidikan.

Tinggalkan Komentar