Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Buruh Pajang Patung Tikus Berdasi Simbol Kekesalan Terhadap Koruptor

Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:11 WIB
Img 6291 - inilah.com

Massa demo buruh membawa sejumlah pernak-pernik aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2022). Selain buku hitam besar ‘Omnibus Law Cilaka’, pedemo juga memajang patung tikus berdasi.

Pantauan Inilah.com, massa demo yang tergabung dari sejumlah organisasi buruh memikul dua simbol tersebut saat longmarch dari depan gedung Kementerian Agama RI Jalan MH Thamrin.

Patung Tikus berdasi raksasa itu menonjol dan menuai perhatian dalam aksi. Massa dariKonfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) mendominasi aksi.

“Ada dua yang kita bawa peragakan, adalah tentang tikus berdasi, yaitu kekuasaan yang rusak hari ini adalah akibat para koruptor yang rakus melakukan bagaimana merusak tatanan kehidupan dan merusak sistem yang sudah ada di negeri ini yang akhirnya membuat kita harus terus berhutang besar, dan kemudian rakyat menjadi korban utamanya,” kata Ketua Umum KASBI, Nining Elitos kepada wartawan di lokasi.

Baca juga
Foto: Survei LSI Denny JA Mayoritas Publik Tolak Penundaan Pemilu dan Presiden Tiga Periode

Berkat campur tangan koruptor, para buruh menilai kebijakan-kebijakan pemerintah menjadi tidak benar dan cenderung merugikan kaum bawah seperti pekerja buruh.

“Itu adalah akhirnya membuat kebijakan yang berbagai macam tidak berpihak salah satunya adalah pencabutan subsidi, kenaikan-kenaikan kebutuhan hidup ini menunjukkan bahwa negara kita dalam darurat korupsi,” jelas Nining.

Sebelumnya, buku hitam besar Omnibus Law Cilaka juga mejeng di tengah-tengah aksi demo. Buku memuat 12 keluhan buruh terhadap pengesahan UU Cipta Kerja yang dinilai sangat diskriminatif.

“Yang kedua, adalah sebuah buku besar Omnibus Law UU Cipta Kerja, yang dibuat secara ugal-ugalan yang sangat tidak demokratis dan pembuatannya dalam waktu yang sangat singkat. Seperti kemerdekaan Indonesia gitu ya, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya tetapi mengabaikan aspek kemanusiaan keadilan kesejahteraan bagi rakyat,” tegas Nining.

Baca juga
Di Beranda Istana Alhambra (30 – Berkunjung ke Zaragoza)

Ribuan massa buruh masih terus menyampaikan orasi-orasinya di depan kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat. Rencananya para pendemo menduduki kawasan Patung Kuda hingga pukul 17.00 WIB. [yud]

 

 

Tinggalkan Komentar