Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Buwas Sebut Stok Beras Aman untuk 6 Bulan, Siap OP untuk Turunkan Harga

Jumat, 18 Nov 2022 - 16:02 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas). (Foto: VOI).

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjamin pasokan beras nasional aman untuk enam bulan ke depan. Siap digelontorkan untuk operasi pasar (OP) guna stabilisasi harga.

“Masyarakat jangan khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini agar tetap terkendali,” kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso di Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Pernyataan Buwas menjawab isu kelangkaan pangan yang dikhawatirkan bikin resah masyarakat. Ujung-ujung harga naik yang menghasilkan inlflasi. padahal, kenaikan harga beras dikarenakan banyak faktor. Baik eksternal maupun internal dalam negeri, seperti anomali cuaca, kenaikan harga BBM dan juga situasi dalam negeri yang memasuki musim tanam.

Baca juga
5 Bulan Berturut-turut Kenaikan Harga Beras Sumbang Inflasi

Kegiatan OP atau Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog. Instrumen tersebut terbukti efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

“Sampai dengan pagi ini kami sudah menggelontorkan beras operasi pasar di seluruh Indonesia dengan jumlah total sebanyak hampir 1 juta ton dan selanjutnya setiap hari kami akan gelontorkan terus sampai dengan panen raya berikutnya,” tegas mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Fokus Perum Bulog saat ini, lanjutnya, mempertahankan stabilitas harga beras di masyarakat, dengan melakukan hal tersebut secara maksimal demi kepentingan rakyat banyak, terlebih di tengah situasi seperti sekarang.

Baca juga
Redam Inflasi di Daerah, Bapanas Punya Jurus Ampuh

Saat ini, Buwas bilang, stok beras yang dikuasai Perum Bulog sebanyak 625.000 ton di dalam negeri. Selain itu, Perum Bulog sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah negara yang memingkinkan untuk menyimpan 500.000 ton beras di luar negeri.

“Total stok yang kami punya sekarang sudah hampir 1,2 juta ton yang tersimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia ditambah stok beras hasil kerja sama di luar negeri. Stok beras di luar negeri ini bisa kapan saja kami tarik jika memang stok dalam negeri sudah habis. Intinya untuk stok beras tidak ada masalah,” kata Buwas.

Tinggalkan Komentar