Cahyo, Pahlawan Pandemi Penggagas Fotografer Jalanan Bangkit dari Keterpurukan

Cahyo, Pahlawan Pandemi Penggagas Fotografer Jalanan Bangkit dari Keterpurukan  - inilah.com

Beradaptasi atau mati! Kalimat yang sering diungkapkan Cahyo Agung Nugroho untuk bangkit dan melawan pandemi yang belum tahu kapan usai.

Covid-19 membuat masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Namun, tidak begitu bagi pria pendiri Dalkotloopgraher.

Usai menjalani aturan dari pemerintah untuk tetap di rumah saja, ketika mulai bisa melakukan aktivitas di luar rumah, dia dengan gerak cepat melakukannya.

Pria kelahiran 3 Maret 1975 itu tidak menyerah dengan pandemi yang melanda.

Tangkap Peluang Emas saat Pandemi

Semangat juangnya tidak kenal lelah. Sebagai fotographer sport, dia menangkap peluang dari masyarakat yang beralih hobi. Ini kerap terjadi sejak awal pandemi.

Sebelum pandemi, tidak jarang masyarakat di kota besar melakukan traveling ke luar kota bahkan ke luar negeri.

Kini, budget traveling bergeser untuk kegiatan olahraga. Tujuannya hanya satu, mendapat kebugaran tubuh yang maksimal.

Tentu, meraih tubuh yang sehat tidak dengan cepat begitu saja terjadi.

Ada sebuah perjuangan untuk meraihnya. Mulai dari pemilihan olahraga yang tepat, hingga alat-alat olahraga yang mendukung.

Salah satu olahraga yang menjamur ketika pandemi melanda Indonesia adalah bersepeda.

Sepeda pun banyak jenisnya. Semua tergantung dana yang Anda miliki.

Masyarakat penyuka sepeda pun mulai menjamur. Tidak jarang, mereka membentuk sebuah kelompok untuk bersepeda bersama ke jalan-jalan di tengah kota.

Baca juga  Dato Tahir Pejabat Negara Paling Tajir, Tak Pernah Lupa Orang Miskin

Ini menjadi salah satu peluang pekerjaan yang ditangkap oleh Cahyo.

Menjadi Photografer Jalanan

Foto-foto para sport entusiast saat bersepeda terlihat berseliweran di media sosial. Tidak tanggung-tanggung, foto yang ditampilkan memang layaknya seorang atlet yang tengah berjuang meraih podium.

Dengan kualitas yang tinggi, foto-foto yang diabadikan Cahyo di jalanan Dalkot (Dalam Kota) khususnya di kawasan Kuningan, menjadikan seorang pesepeda semakin tampak keren.

Ternyata menjadi photografer jalanan memang menjanjikan. Namun, tunggu dulu, mereka yang tergabung dalam dalkotloopgraher bukan sembarang orang.

Dalkotloopgrapher lahir pada September 2020 di tengah masa sulit pandemi covid-19, ada sekitar 32 photografer yang datang dari berbagai keahlian. Mereka memiliki banyak genre photograpi.

“Ada dari wedding photography, ada yang dari stage photography, terus ada yang dari event documentation, dan sebagainya. Mungkin saya yang datang dari salah satu genre sport photography,” kata Cahyo Agung Nugroho sebagai pendiri Dalkotloopgrapher, kepada INILAHCOM, Jakarta, baru-baru ini.

Membuka Lapangan Pekerjaan untuk Bertahan di Tengah Sulitnya Pandemi

Kesulitan yang dialami setiap orang memang berbeda di tengah pandemi ini.

Baca juga  Minum Kopi Turunkan Peluang Kena Covid-19?

Cahyo mengakui, awalnya ada orang yang datang dan ingin mencoba-coba foto di jalanan. Dia dengan tangan terbuka menyambut baik dan merangkul mereka yang ingin belajar dan mencari pendapatan.

“Mereka yang datang dan ingin ikut pasti mereka yang sedang mengalami kesulitan. Ada yang mengalami pemutusan kerja sepihak, sedang bekerja namun tidak menerima gaji, dan kesulitan lainnya yang dihadapi,” ungkap Cahyo.

Bukan hanya soal untuk bertahan hidup menafkahi keluarga, membeli kebutuhan sehari-hari, Cahyo mengakui adanya solidaritas antar sesama anggota Dalkotloopgrapher sangat terasa.

“Jika ada salah satu dari anggota kami yang sedang menjalani isoman, kami juga saling bantu,” tambahnya.




Ekosistem Terbangun

Cahyo mengaku mendirikan Dalkotloopgrapher bukan untuk tujuan bisnis. Motivasinya adalah ketika banyak orang yang sedang sulit dalam menghadapi pandemi ini dan mencoba ikut motret bareng.

“Ini adalah sebuah ekosistem yang dibangun oleh mereka yang bekerja di jalanan, yang mendokumentasikan para sport enthusiast di kawasan dalkot. Ini dibangun berdasarkan keinginan atau upaya-upaya untuk survive di masa-masa sulit akibat pandemi covid-19. Ini terbangun begitu saja,” papar Cahyo.

Cahyo juga kerap bercerita tentang anggota baru yang tidak memiliki kamera tetapi ingin sekali memontret dan menghasilkan uang. Dia bersama anggota lainnya berupaya untuk meminjamkan kamera dan alat photograpi lainnya untuk disewakan kepada anggota yang baru bergabung.

Baca juga  Kiat Jitu Ketika jadi Sandwich Generation

Ini adalah bentuk dari saling bantu dan saling dukung. Terpenting dari hal ini adalah, bagaimana seseorang memiliki rasa konsisten dan daya juang untuk menghasilkan sesuatu dan membuat karya untuk personal branding dirinya sendiri.

Konsisten adalah kunci dari seorang photographer jalanan dalam bertahan di dalkotphotographer. Setiap hari konsisten motret dan tetap dalam durasi waktu tertentu. Misalnya, satu bulan, dua bulan, hingga tiga bulan.

“Sehingga personal branding tercipta,” ujarnya.

Rajin memotret dan menampilkan hasil karya juga menjadi sebuah hal untuk bisa bertahan.

Cahyo jadi Salah Satu Pahlawan di Tengah Pandemi

Tidak salah jika Cahyo bisa dikatan menjadi salah satu pahlawan di tengah pandemi.

Dia berhasil melihat peluang dan menangkapnya menjadi sebuah lahan pekerjaan hingga saat ini.

Di belakangnya ada puluhan photografer dari berbagai disiplin ilmu yang berhasil keluar dari kerasnya hidup di tengah pandemi.

Dengan bertahan hidup dan bisa tetap berkarya memberikan kualitas terbaik di bidang photograpi, Cahyo terus membakar semangat untuk anggota lain jangan kalah dan tetap beradaptasi di situasi pandemi ini.

Tinggalkan Komentar