Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Campak jadi KLB, Kemenkes Lakukan Sweeping Imunisasi

Rabu, 25 Jan 2023 - 17:04 WIB
Campak infeksi
Campak tidak bisa diremehkan. Anak yang terkena campak berisiko meningkatkan infeksi.(Dokumentasi: Istockphoto).

Kasus campak di Indonesia kian meningkat, kini penyakit campak sudah memasuki status Kejadian Luar Biasa (KLB). Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, dr. Nadia Tarmizi M.Epid, mengatakan akan melakukan sweeping imunasasi dari pemerintah sebagai upaya agar campak tidak mewabah di Jakarta.

Sweeping imunisasi, kita beri edukasi agar orang tua mau untuk segera membawa anaknya mendapatkan imunisasi campak, termasuk yang telah lewat waktunya,” kata dr. Nadia kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Lebih lanjut, ia menjelaskan sweeping yang dilakukan dengan mencari setiap balita yang cakupan imunisasi campaknya rendah. Dengan itu, pelayan kesehatan akan meminta anak tersebut untuk melakukan imunisasi.

Baca juga
Meski Terkendala SDA, Kemenkes Tetap Beli Alat Hemodialisis untuk Gagal Ginjal Akut

“Kemarin ada BIAN dan BIAS juga sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi dan mencegah potensi KLB muncul kembali,” jelasnya.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa pada bulan Januari sudah tidak ada lagi laporan mengenai KLB campak. Namun, imunisasi campak kian digencarkan kepada orang tua untuk anaknya agar terhindar dari campak.

“Iya, kita lagi gencarkan itu (imunisasi campak),” tambah dr. Nadia.

Berdasarkan data Kemenkes RI hanya tujuh anak yang sudah mendapatkan imunisasi campak dan rubella 2 dosis, 5 persen mendapat 1 dosis dan 30 persen lainnya tidak diketahui status vaksinnya.

Terdapat 55 status Kejadian Luar Biasa (KLB) di 12 provinsi sepanjang tahun 2022. Kasus campak dikonfirmasi berdasarkan hasil lab pada minggu 1 sampai 52 meningkat 22 kali lebih banyak dibanding tahun 2021.

Tinggalkan Komentar