Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Canalys: Samsung Masih Raja Ponsel Indonesia, Realme Terlempar dari 5 Besar

Selasa, 16 Agu 2022 - 18:09 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Samsung
Foto: Istock

Canalys, salah satu perusahaan riset konsumen global, menyebut terjadi penurunan drastis dari pengapalan smartphone di Q2 2022  hingga 7% dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Tahun ini, penjualan smartphone di Asia Tenggara mencapai 24,5 juta unit.

Indonesia masih menjadi pasar smartphone terbesar di Asia Tenggara dengan pangsa pasar mencapai 37% dan 9,1 juta pengiriman unit tejadi karena daya beli meningkat saat bulan Ramadhan.

Disebutkan Canalys, Penjualan yang makin rendah ini terjadi akibat inflasi yang semakin meninggi dan vendor yang kerap berjualan untuk bisa menjaga perangkat tetap terjangkau untuk pasar yang sensitif terhadap harga jual beli.

Bahkan, terlihat ketika bulan Ramadhan di Malaysia dan Indonesia, walau terjadi peningkatan penjualan, angka penjualannya lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya dengan peningkatan masing-masing di 6% dan 2% saja untuk tahun 2022.

Baca juga
Galaxy Z Fold4 5G bagi Raline Shah, Bikin Kerja Makin Produktif

Top 5 Smartphone Indonesia

Samsung masih jadi raja ponsel di Indonesia untuk kuartal 2 2022 mengungguli merek-merek asal China. Samsung tumbuh 20% dengan penguasaan pasar di Indonesia. Menariknya, brand Infinix yang merupakan brand dari perusahaan Transsion turut masuk di dalam lima besar pasar smartphone Indonesia, melengserkan Realme, berkat kehadiran smartphone kisaran harga di bawah Rp 3 juta yang semakin menarik perhatian masyarakat.

“Transsion menggantikan realme di nomor lima di Indonesia untuk pertama kalinya berkat dorongan branding online yang ditingkatkan dengan Infinix,” tulis Canalys dalam laporannya.

Sementara di posisi selanjutnya mengikuti ada Vivo, Oppo dan Xiaomi.

Baca juga
Solusi Buat Kamu yang Masih Mengeluh Smartphone Mudah Panas Saat Main Game

Penjualan yang makin rendah ini terjadi akibat inflasi yang semakin meninggi dan vendor yang kerap berjualan untuk bisa menjaga perangkat tetap terjangkau untuk pasar yang sensitif terhadap harga jual beli. Bahkan, terlihat ketika bulan Ramadhan di Malaysia dan Indonesia, walau terjadi peningkatan penjualan, angka penjualannya lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya dengan peningkatan masing-masing di 6% dan 2% saja untuk tahun 2022

Sementara Permintaan perangkat 5G telah menurun drastis dan hanya mencapai 18% dari total pengiriman di wilayah tersebut. Konsumen tidak melihat kegunaan praktis untuk 5G pada saat ini, terutama di segmen entry-level dan midrange di mana perangkat LTE menyediakan kecepatan dan jangkauan jaringan yang cukup.

Tinggalkan Komentar