Capaian Prestasi Atlet Disabilitas Warnai Haornas 2021

Capaian Prestasi Atlet Disabilitas Warnai Haornas 2021 - inilah.com
(kemenpora)

Pesta olahraga multievent dunia Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 telah usai digelar tahun ini. Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi pada Olimpiade dan menorehkan catatan membanggakan pada Paralimpiade. Hal ini menjadi momentum kebangkitan olahraga nasional yang hari ini (9/9) merayakan hari olahraga nasional (Haornas) 2021.

Presiden Joko Widodo(Jokowi) sebelumnya mengucapkan selamat Haornas ke-38 kepada seluruh insan olahraga di Indonesia. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan peringatan kali ini menjadi catatan prestasi yang membanggakan.

“Peringatan Haornas tahun ini kita peringati dengan catatan prestasi yang membanggakan. Atas raihan berbagai medali dalam ajang olimpiade dan paralimpiade tokyo 2020,” kata Jokowi dalam siaran youtube Kemenpora, Kamis(9/9).

Para atlet Paralimpiade tentu menjadi sorotan pada ajang paralimpiade lalu dengan membuktikan keberhasilannya dalam mencetak sejarah. Indonesia terakhir kali merebut dua medali emas pada Paralimpiade Arnhem 1980. Kedua medali emas itu persembahan Yan Soebiyanto dari cabang boling lapangan  (lawn bowl) dan RS Arlen di angkat besi. Secara keseluruhan, di  Arnhem kala itu, RI meraih dua emas dan empat perunggu.

Baca juga  Semangat Berbagi saat Pandemi, Bantuan Beras Disalurkan untuk Warga Lewat Pemuda Bulan Bintang

Prestasi di Arnhem meneruskan pencapaian di Paralimpiade sebelumnya,  Toronto 1976. Kala itu, kontingen ”Merah Putih” menyabet dua emas plus satu perak dan tiga perunggu. Dua emas tersebut buah perjuangan Itria Dini di atletik dan Syarifuddin (boling lapangan).

Setelah Arnhem 1980, Indonesia ibarat menjalani paceklik medali emas. Pada Paralimpiade sebelum Tokyo 2020, misalnya, yakni Rio de Janeiro 2016, kita hanya meraih satu perunggu melalui Ni Nengah Widiasih di angkat besi. Empat tahun sebelumnya di London 2012, juga satu perunggu oleh petenis meja David Jacobs.

Komite Paralimpiade Nasional (NPC) menargetkan satu emas di Tokyo 2020. Melalui penampilan penuh semangat dan pantang menyerah, atlet-atlet Paralimpiade terbaik kita meraih dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Kedua medali emas diraih dari arena bulu tangkis, yaitu oleh ganda putri Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah dan ganda campuran Hary Susanto/Leani Tatri Oktila.

Baca juga  Sejarah Haornas dan Momentum Kebangkitan Olahraga Indonesia

Sementara tiga perak persembahan Ni Nengah Widiasih (angkat besi) serta  Dheva Anrimusti dan Leani (bulu tangkis). Empat peraih perunggu terdiri dari Saptoyogo Purnomo (atletik), David Jacobs (tenis meja), serta Suryo Nugroho dan Fredy Setiawan (bulu tangkis).

Paralimpiade Tokyo 2020 telah berakhir dan Indonesia berada di peringkat 43 dari 78 negara kontestan. Posisi
ini membaik dari sebelumnya di Rio 2016, saat tim Merah Putih di tangga
ke-46, dan London 2012, ketika Indonesia di posisi ke-60. 
Tentu  diharap lebih banyak medali yang dipersembahkan kontingen merah putih di Paralimpiade Paris pada 2024.

Di tengah berbagai keterbatasan pemusatan latihan nasional (pelatnas) Paralimpiade Tokyo 2020, prestasi ini melegakan sekaligus memunculkan kebanggaan. Keterbatasan itu mulai dari urusan pendanaan dan fasilitas latihan hingga ihwal minimnya uji coba dan latih tanding yang banyak terkendala situasi pandemi.

Baca juga  Kasus Istri Dituntut Penjara Karena Tegur Suami Mabuk Temui Titik Terang Keadilan

Pembinaan olahraga Paralimpiade, dengan duta para atlet difabel, selalu bermakna kompleks dan sarat makna. Pembinaan yang tersistem dan berkesinambungan akan makin membuat para atlet Paralimpiade merasa setara dengan yang lain. Perubahan deretan huruf dari ”Disability” menjadi ”Ability” pada upacara pembukaan Asian Paragames 2018 sepatutnya menjadi representasi sudut pandang kita semua.

Dengan momentum Haornas 2021 ini, selain ihwal bonus atlet Paralimpiade Tokyo 2020 yang harus sama dengan Olimpiade Tokyo 2020, berbagai aspek pembinaan olahraga Paralimpiade juga selayaknya dibuat setara. Mengingat, dalam kiprahnya di level internasional, para atlet Paralimpiade juga mengharumkan nama negara.

Tinggalkan Komentar