Cara Eks Pegawai Merawat Ilmu dan Pengalaman Selepas Dipecat KPK

Cara Eks Pegawai Merawat Ilmu dan Pengalaman Selepas Dipecat KPK - inilah.com
Foto Istimewa

Sebanyak 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), resmi dipecat pada Kamis (30/9/2021). Mereka tak lagi bekerja di lembaga antikorupsi, karena tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sehingga tidak dapat diangkat menjadi ASN lembaga antirasuah itu. 

Yudi Purnomo Harahap, merupakan salah satu di antara 57 pegawai yang dipecat lembaga pimpinan Komjen Polisi Firli Bahuri tersebut. 

Lelaki akrab dipanggil Yudi itu bekerja selama 14,5 tahun di KPK. Masih dikenang olehnya perdana menjadi pegawai KPK pada tahun 2007, kala itu ia bersama rekan-rekan seangkatan disambut oleh ketua KPK pertama Taufiequrachman Ruki.  

Baginya menjadi seorang pegawai KPK adalah spesialis. Misalnya penyidik maka akan fokus pelatihannya ke audit, akuntansi forensik , investigasi, interogasi hingga hukum tipikor.

Baca juga  Foto: Potret Suntik Vaksin Anti Rabies untuk Hewan Peliharaan di Jakarta Agar Bebas Penyakit Rabies

Yudi diketahui merupakan jebolan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia (UI) itu, menambahkankan bahwa cara dia merawat ilmu dan pengalaman setelah keluar dari KPK salah satunya dengan mengisi webinar atau membaca buku.

“Ataupun membaca buku atau membaca file file lama agar tetap ingat pengetahuan yang didapat ketika melaksanakan pekerjaan (knowledge management),” tulis Yudi dalam akun Twitternya @yudiharahap46, dikutip Jumat (8/10/2021). 

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Polri telah bertemu dengan perwakilan 57 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Senin (4/10/2021) lalu.

Menurut Argo, dalam pertemuan itu Asisten SDM Kapolri serta perwakilan mantan pegawai membahas mekanisme perekrutan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri.

Baca juga  Operasi Patuh, Kapolda Metro Perintahkan Anggotanya Humanis

Sedangkan langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ingin merekrut 57 mantan pegawai KPK, masih menuai pro kontra. Sebab, potensi berbenturan dengan UU No 5 tahun 2014 tentang ASN, PP No 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan Peraturan Calon PNS Polri. 

Apalagi status 57 mantan pegawai KPK tersebut adalah orang bebas. Bila direkrut menjadi ASN harus melalui persyaratan dan peraturan yang berlaku serta tidak boleh ada keistimewaan. 

Tinggalkan Komentar