Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Cara Ini Bisa Bantu Hapus Data Pribadi Anda di Internet

Rabu, 22 Jun 2022 - 13:15 WIB
hapus data internet
(ilustrasi)

Saat ini, internet bersama dunia periklanannya lebih tahu tentang kehidupan Anda daripada orang tua dan orang terdekat Anda. Perusahaan internet besar seperti Google, Amazon, dan Facebook, punya data tentang Anda, mulai dari apa yang Anda suka dan tidak suka, informasi kesehatan, sampai hubungan sosial Anda.

Masalahnya, ada pihak lain yang jumlahnya sangat banyak, mengumpulkan sejumlah besar informasi kita untuk dijual. Data ini kemudian digunakan oleh perusahaan lain untuk mendorong Anda membeli banyak barang.

Selain itu, di internet ada banyak jejak digital yang telah lama tertinggal, seperti komentar kejam Anda untuk teman lama dan postingan status misinformasi. Jejak digital ini bisa jadi hantu, menunggu untuk menghancurkan Anda jika kelak orang lain membutuhkannya.

Jadi, bisakah kita menghapus data diri kita dari internet? Sulit sebenarnya untuk menghapus sepenuhnya dari internet, termasuk menghapus informasi pribadi dan akun.

Melansir Wired, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghapus sebagian besar di antaranya:

Keluar dari Pialang Data

Pialang atau broker data pribadi adalah bisnis besar. Beberapa dari perusahaan pialang data terbesar adalah Acxciom, Equifax, Experian, Oracle, dan Epsilon, yang berbasis di AS. Beberapa dari pialang itu ada juga yang secara etis untuk tidak memproses informasi pribadi secara langsung tanpa persetujuan pengguna.

Di AS, ada organisasi nirlaba bernama Privacy Rights Clearinghouse yang membuat database pialang data pribadi yang berisi alamat surel, tautan ke kebijakan privasi, dan info tentang izin pengguna. Organisasi itu melaporkan ada 231 perusahaan berbasis di AS. Data itu menginformasikan kepada Anda tentang apa yang didapat oleh industri pialang data.

Baca juga
Gita Wirjawan: Saya Tidak Percaya dengan 5G

Jika Anda dilindungi GDPR (Regulasi Umum Perlindungan Data) Uni Eropa atau UU Privasi Konsumen California, Anda dapat mengirim permintaan agar data pribadi Anda dihapus.

Sayangnya, di Indonesia belum ada undang-undang yang kuat untuk melindungi data pribadi dari pialang. UU ITE pasal 26 ayat 1 memang menjamin bahwa informasi data pribadi harus menyangkut persetujuan pengguna.

Akan tetapi, UU itu dan turunannya belum sekuat GDPR dan UU Privasi Konsumen California untuk melindungi data dari pialang.

Saat ini, pemerintah tengah merancang UU PDP (Perlindungan Data Pribadi), seiring dengan ramainya serangan siber di Indonesia.

Mungkin cara lain Anda bisa mendaftarkan diri Anda lewat organisasi nirlaba terkait privasi. Salah satunya adalah YourDigitalRights yang dapat membantu menyisihkan 10 pialang data terbesar untuk menghapus informasi Anda.

Hapus penelusuran Google tentang Anda

Google bekerja dengan robot untuk menelusuri informasi dari berbagai situs di internet. Ada beberapa langkah terbatas yang bisa Anda ambil untuk memastikan bahwa apa yang ditampilkan Google adalah yang terbaru, dan menghapus detail berbahaya yang mengancam, misalnya upaya doxing.

Cara menghapus data usang Anda bisa dibaca di tautan ini. Anda bisa menghapus konten usang jika halaman web telah diperbarui pemiliknya, tetapi hasilnya tidak ditemukan di Google. Google akan memperbarui hasil pencariannya untuk halaman yang sudah tidak ada lagi atau secara signifikan berbeda dari indeks sebelumnya.

Google juga akan mempertimbangkan permintaan untuk menghapus konten berbahaya, misalnya gambar eksplisit non-konsensual, pornografi palsu, data keuangan medis atau identitas nasional (seperti KTP), doxing, atau gambar anak-anak di situs web.

Baca juga
5G Telkomsel dan XL Siap Andil dalam MotoGP Mandalika

Eropa lewat GDPR tahun 2014 dan 2018 punya prinsip Hak untuk Dilupakan (Right to be Forgotten). Cara ini dapat membuat informasi spesifik tertentu untuk dihapus dari penelusuran, termasuk Google dan Bing. Tapi jika informasinya adalah untuk kepentingan umum (pekerjaan dan aktivitas publik Anda), akan sulit untuk dihapus dari hasil pencarian.

Hapus akun lama dan jejak digital Anda

Untuk menghapus akun lama Anda mungkin butuh banyak waktu. Anda perlu melacak kembali akun media sosial Anda yang lama, dan menghapus semua jejaknya. Cara yang lebih mudah, Anda bisa membuat daftar akun lama, kemudian menggunakan situs penghapus akun seperti Justdelete.me.

Jika Anda hendak ‘memborbardir’ data lawas Anda, ada banyak pilihan penghapusan data pribadi massal. Bahkan ada yang dapat menghapus data Anda dari pialang data yang menjual informasi.

Anda juga bisa memastikan keamanan akun surel atau nomor telepon Anda, salah satunya lewat Haveibeenpwned.com. Situs ini akan menjaring lebih dari 500 pelanggaran data untuk rincian Anda, dan menjadi pengingat beberapa akun yang telah Anda lupakan.

Anda mungkin pernah memasukan informasi lengkap secara sadar. Untuk menghapusnya, Anda perlu mengirim surel ke administrator web atau forum terkait.

Cara alternatifnya, Anda bisa menggunakan layanan khusus untuk mencari dan menghapus akun lama Anda dengan memindai e-mail, tetapi berhati-hatilah karena sebagian layanan justru menjual data pengguna.

Google mengindeks beberapa kiriman Anda di Facebook dan Twitter. Facebook punya pengaturan untuk menghapus postingan tertentu yang bisa dilihat di fitur Pengaturan dan Privasi. Anda bisa menghapus kiriman Anda maupun yang ditandai pengguna lain.

Baca juga
Google Tawarkan Pinjaman untuk UKM Senilai Rp29 Miliar

Untuk Twitter, Anda harus menggunakan pihak ketiga untuk menghapus secara massal cuitan lama. Layanan pihak ketiga ini tidak gratis, dan Anda juga perlu berhati-hati karena bisa jadi mereka justru menyimpan data pribadi untuk tujuan jahat.

Lindungi data pribadi

Ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan ketika hendak kembali berselancar di dunia maya untuk menyelamatkan data pribadi.

Pertama, ketika mendaftar akun daring baru, pertimbangkan kembali detail pribadi apa yang diminta. Pertimbangkan pula untuk menggunakan akun burner untuk menutupi identitas.

Kemudian, gunakan peramban yang aman dan mesin pencari yang tidak mengumpulkan data. Bila perlu, gunakan aplikasi terenkripsi end-to-end. Anda juga perlu memahami data apa yang dikumpulkan media sosial terpenting untuk kehidupan Anda seperti WhatsApp, Instagram, Google, Amazon, dan Spotify.

Terakhir, ini harus dilakukan secara sosial. Anda harus sampaikan kepada teman-teman dan keluarga tentang keinginan Anda untuk tidak terlihat online. Teman-teman dan keluarga biasanya memposting foto dan lokasi yang ada Anda di dalamnya ke dalam media sosial. Diskusikanlah terkait privasi berinternet Anda dengan mereka.

Tinggalkan Komentar