Minggu, 04 Desember 2022
10 Jumadil Awwal 1444

Catat, Gangguan Kesehatan Mental Anak Bisa Terdeksi pada Usia 14 Tahun

Kamis, 29 Sep 2022 - 17:57 WIB
Gangguan Kesehatan Mental
Dokumentasi Inilah.com/Mia Umi Kartikawati

Gangguan kesehatan mental menjadi topik yang selalu seru untuk dibicarakan. Menurut psikolog, Irma Gustiana, seorang anak bisa terdekteksi mengalami gangguan mental pada usia 14 tahun.

Karena itu, orang tua tidak boleh mengabaikan ketika seorang anak sudah bisa bercerita dan mulai mengeluh, menangis terus menerus, mengalami tanda-tanda sakit di saluran cerna berkali-kali. Hal tersebut sebuah gejala atau pertanda adanya gangguan mental yang perlu diatasi.

“Beruntung ada anak yang bisa menceritakan kondisi dirinya yang sedang mengalami sesuatu kepada orang tuanya secara terbuka. Jika sebaliknya, para orang tua harus lebih peduli tentang kesehatan mental anak. Coba gali apa yang dirasakan anak-anak maupun para remaja,” kata Irma Gustiana saat ditemui di acara Parenting Talkshow yang digelar farah.id yang bertema “Darurat Kesehatan Mental Bagi Remaja, Mengapa Kian Rentan?” di hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (29/09/2022).

Baca juga
Inilah Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Mental

Kesehatan mental memang sangat penting di dalam sebuah rumah tangga. Dalam hal ini, hubungan orang tua dengan anak harus terus dibangun.

“Intinya kalau mereka punya masalah, mereka mau cerita kepada orang tua,” tambah Irma.

Karena itu ada beberapa sebab seseorang mengalami gangguan mental yang perlu Anda simak. Berikut adalah rinciannya:

1. Karena faktor biologis

“Hal ini bisa dilihatsecara genetik. Biasanya kita punya ayah, nenek, ibu, atau keturunan segaris yang pernah punya masalah kesehatan mental atau psikologis,” papar Irma

2. Terkait dengan lingkungan sosial

“Pengaruh seseorang anak dibesarkan di lingkungan seperti apa? Bagaimana cara pengasuhannya? Hal ini juga bisa menjadi penyebab adanya gangguan kesehatan mental,” tambah Irma.

Baca juga
Kata IDAI jika Ada Kasus Covid-19 di Sekolah Usai Tatap Muka

3. Tingkat stres

“Memiliki tingkat stres yang tinggi, dan daya tahan seseorang berbeda dnegna orang lain. Tentunya cara pengelolahannya dan mengatasinya seperti apa,” ujarnya.

4. Media sosial berkontribusi besar pada gangguan kesehatan mental anak dan remaja

“Data dari WHO, di 2019 ternyata teknologi dan media sosial itu kontribusi sangat besar pada anak dan remaja soal terkait gangguan kesehatan mental,” tambah Irma.

5. Kemunculan perdana gangguan mental pada anak

“Seseorang mengalami gangguan kesehatan mental pada usia 14 tahun. Kemunculan perdana pada usia tersebut. Kalau tidak ditangani, akan semakin berat. jangan dibiarkan. Kita harus sebagai orang tua jangan membiarkan anak memiliki gangguan mental yang semakin berat. Atasi dengan cepat,” tegas Irma.

Tinggalkan Komentar