Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Catat! Mendag Zulkifli Janji Dua Bulan ke Depan Harga Minyak Goreng Beres

Senin, 20 Jun 2022 - 15:32 WIB
Mendag Zulkifli Janji Dua Bulan ke Depan Harga Minyak Goreng Beres
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, meninjau barang kebutuhan pokok di Pasar Koja Baru, Jakarta, Jumat (17/6/2022)/ Foto: Agus Priatna-Inilah.com

Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan mengaku sudah mengetahui akar permasalahan mahalnya harga minyak goreng di pasar tradisional. Bahkan Zulkifli sudah menemukan solusi untuk menekan harga agar tidak mahal lagi.

“Nah ini yang harus kita urai di mana. Saya sudah tahu. Sudah (tahu) sekarang mengapa minyak di pasar-pasar itu mahal, saya sudah tahu sebab-sebabnya,” ujar Zulhas kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Zulkifli mengaku sudah menyusun langkah-langkah agar harga minyak goreng khususnya di pasar tradisional bisa murah dan terjangkau. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk bersabar dalam waktu dua bulan ke depan.

Baca juga
Zulhas Yakin Usulan Pemilu 2024 Ditunda, Bakal Gagal

“Sudah kita perbaiki, sudah ada jalan keluarnya. Sebulan, dua bulan beres insyaallah,” lanjut Zulhas panggilan akrab Zulkifli.

Dia memastikan, kenaikan harga minyak goreng di pasaran bukan karena adanya mafia minyak goreng yang bermain. Sebab kenaikan itu karena keterlambatan dari pemerintah dalam mengatasi stok CPO di dalam negeri.

“Saya kira tidak mafia. Ini kan ada kenaikan harga booming. Teman-teman (yang) punya CPO langsung jual cepat. Nah, ada keterlambatan kita antisipasi, kemudian dia mau dilonggarkan. Lalu kurang CPO-nya. terlambat gitu,” jelasnya.

Zulhas menambahkan, naiknya harga CPO menjadi berkah tersendiri bagi para petani. Namun hal ini juga menjadi masalah bagi produk-produk komiditas hasil olahannya.

Baca juga
Minyak Goreng, Cabai hingga Daging Harganya akan Terus Naik

Saat kembali ditanya wartawan soal ada atau tidak mafia minyak goreng, Zulhas tak memberi jawaban tegas. Menurutnya, dalam perdagangan adalah hal biasa ketika ada pihak yang mendapat untung lebih.

“Ya perdagangan itu biasa. Ada yang bagian untung lebih bagian yang kayak ya biasa itu,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar