Catatan Peristiwa Nasional 28 September: Tsunami Palu

Catatan Peristiwa Nasional 28 September: Tsunami Palu - inilah.com

Pada 28 September 2018, pukul 18.02 WITA, gempa bermagnitudo 7,4 yang kemudian disusul dengan gelombang tsunami 5 meter menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Pusat gempa dilaporkan berada 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut Kota Palu.

Berdasarkan data BNPB bahwa korban meninggal pada peristiwa itu mencapai 2.045 orang, didapati paling banyak ada di Palu sebesar 1.636 orang dan disusul Sigi kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi berada di luar Sulawesi.

Pusat Data dan Informasi Kegempaan Sulawesi Tengah mencatat kerugian akibat gempa dan tsunami di Palu pada 28 September 2018 lalu mencapai angka Rp18,48 triliun.

Kota Palu menderita kerugian paling besar, yakni mencapai Rp8,3 triliun. Bagian pesisir Kota Palu hampir semuanya hancur, begitu juga daerah-daerah yang terjadi likuefaksi, seperti Petobo, Balaroa, dan Sibalya.

Baca juga  Luhut: 18 Negara Boleh Masuk Indonesia, Singapura Tak Ada dalam Daftar

Daerah dengan kerugian terbanyak berikutnya adalah Kabupaten Sigi yang menderita kerugian Rp6,9 triliun, Donggala Rp2,7 triliun, dan Parigi Moutong Rp640 miliar.

Tercatat, ada 66.390 rumah rusak. Bencana alam ini merupakan salah satu yang terparah. Sebab, gempa bumi tersebut menyebabkan tsunami lima meter dan likuefaksi (pencairan tanah) yang membuat tanah berjalan menghancurkan rumah serta menelan ribuan korban. Pemerintah sendiri telah menyiapkan daerah relokasi, antaranya Kelurahan Talise, Duyu, dan Pombewe.

Tak hanya bencana alam di Sulawesi tiga tahun lalu, sejumlah peristiwa bersejarah juga pernah terjadi pada 28 September di tahun-tahun yang lalu. Salah satunya yakni, tercetusnya Hari Kereta Api Indonesia, hingga lahirnya Luhut Binsar Panjaitan. Berikut ulasan singkat peristiwanya.

Baca juga  Pemerintah Izinkan Wisman 19 Negara Masuk Bali dan Kepri Mulai Hari Ini

1.Hari Kereta Api Indonesia

28 September kerap diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia. Peringatan Hari Kereta Api Indonesia yang jatuh pada tanggal 28 September mempunyai sejarah tersendiri.

Dimana, pada tanggal 28 September 1945 merupakan awal mula didirikannya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), yang kini berubah nama menjadi PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Berdasarkan sejarahnya, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari kemudian dilakukan pengambilalihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.

Puncaknya, pengambil alihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tanggal 28 September 1945. Hal ini sekaligus menandai berdirinya DKARI.

2. Hari Kelahiran Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan merupakan seorang Politikus Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia. Ia lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatra Utara pada 28 September 1947.

Baca juga  Polisi belum Terapkan Sanksi Tilang di 10 Lokasi Baru Ganjil Genap

Luhut dikenal dari latar belakang tentara dan pengusaha, sebelum pada akhirnya menceburkan diri ke dunia politik. Ia pernah memegang jabatan penting di pemerintahan, diantaranya, Menteri Perhubungan (ad-interim); Menko Polhukam; hingga Kepala Staf Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi).

3. Grand Prix Sepeda Motor Indonesia 1997 Digelar di Sirkuit Sentul

Grand Prix Sepeda Motor Indonesia 1997 adalah seri ke-14 dari Grand Prix Sepeda Motor musim 1997. Grand Prix tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 September 1997 di Sirkuit Sentul.

Saat itu, beberapa pembalap dengan nama besar pun turun bertarung di Sirkuit Sentul, seperti Mick Doohan hingga Sete Gibernau

Tinggalkan Komentar