Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

CBA Khawatirkan Inpres Kendaraan Listrik Jokowi Jadi Pintu Masuk KKN

Rabu, 21 Sep 2022 - 21:34 WIB
Presiden Jokowi dan Menko Kemaritiman dan Investasi Kuhut B Pandjaitan. (Foto:VOI).

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengkhawatirkan Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan listrik untuk kendaraan dinas, jadi pintu masuk KKN baru.

Kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (21/9/2022), Uchok mendesak pemerintah untuk transparan terkait program kendaraan listrik untuk kendaraan dinas. “Apalagi kalau menggunakan sumber pendanaan dari APBN. Kalau gak pakai APBN, bebas saja. Silahkan saja berdagang,” tutur analis keuangan ini.

Uchok bilang, proyek kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas yang diinpres-kan itu, tak beda jauh dengan program mobil nasional di era Soeharto. “Ini mirip-mirip dengan program mobnas-nya Tommy Soeharto yang KKN nya terang benderang. Sehingga perlu transparansi serta dikawal seluruh pihak,” kata Uchok.

Menurut aktivis 98 ini, Inpres 7/2022 menjadi pintu masuk bagi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) untuk berbisnis. Di mana, salah satu pemilik saham GOTO adalah Garibaldi ‘Boy’ Thohir, kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir. Sedangkan TOBA, sebagian sahamnya dimiliki Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui PT Toba Sejahtra.

Baca juga
Gala Dinner KTT G20 Tanpa Pawang Hujan, Andalkan BMKG Rekayasa Cuaca

“Inpres 7 Tahun 2022 menjadi pintu masuk GOTO dan Toba untuk berdagang. Jualan kendaraan listrik dengan untung besar. Dulu, program mobnas tanpa PPnBM, sekarang dapat insentif pajak. Sementara rakyat kecil dikejar-kejar pajaknya,” tegas Uchok.

Selanjutnya, Uchok menilai potensi conflict of interest dari proyek kendaraan dinas listrik. cukup tinggi. Karena dipimpin Menko Luhut yang punya kedekatan dengan pemilik saham perusahaan yang terlibat. “Untuk itu, seluruh pihak perlu pasang mata dan telinga lebar-lebar mengawal program ini,” imbuhnya.

Informasi saja, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengoordinasikan pelaksanaan Inpres No 7 Tahun 2022. Rencananya, GOTO, TOBA dan Electrum membentuk perusahaan patungan, untuk memasok 2 juta unit motor listrik guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Baca juga
Koalisi Advokasi Mendesak Presiden Jokowi Cabut Permenkominfo 5/2020

Presiden Direktur Electrum sekaligus Wakil Presiden Direktur TOBA, Pandu Sjahrir dalam wawancara dengan Nikkei Asia, mengaku optimistis dengan rencana perusahaan patungan ini dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Belum lama ini, Electrum menjalin kerja sama dengan Pertamina dan Gogoro Inc, perusahaan energi dan produsen kendaraan listrik asal Taiwan. Kerja sama dilakukan dalam rangka peningkatan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, dan komitmen memasok kendaraan listrik untuk Gojek. Kolaborasi ini lantas melibatkan motor listrik Gesits milik Wika Industri Manufaktur.

Electrum sejauh ini telah mengoperasikan 13 stasiun penukaran baterai di Jakarta dan telah memasok 300 motor listrik. Pandu mengatakan adopsi kendaraan listrik dalam ekosistem Gojek berjalan cepat.

Baca juga
Jokowi Dicurhati Rumitnya Izin KEK Bintan, Menteri Bahlil Kerja Apa?

Pandu yang juga keponakan Menko Luhut ini, memperkirakan, harga bahan bakar minyak (BBM) yang mahal, bakal meningkatkan daya tarik kendaraan listrik. Dia optimistis, target Gojek menjadikan seluruh armadanya berbasis kendaraan listrik pada 2030, bisa terlaksana lebih cepat.

Tinggalkan Komentar