Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

CDC: Gejala Infeksi Omicron Muncul Setelah Tiga Hari

Sabtu, 01 Jan 2022 - 14:00 WIB
CDC Omicron
(ist)

Varian Omicron kemungkinan punya masa inkubasi yang lebih pendek ketimbang Delta dan varian COVID-19 lainnya, demikian ungkap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Menurut CDC, hanya perlu tiga hari bagi orang yang terinfeksi varian Omicron untuk menunjukkan gejala.

Sebuah penelitian yang diterbitkan sebagai rilis awal untuk Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) CDC pada awal pekan ini, menyelidiki enam kasus dugaan infeksi Omicron yang semuanya dalam rumah tangga yang sama.

Mengutip Health, menurut CDC, kecurigaan varian Omicron muncul karena pasien yakni seorang pria berusia 48 tahun baru saja kembali dari Nigeria.

Setelah pengujian reverse transcription–polymerase chain reaction (RT-PCR) dan whole genome sequencin sample, setiap anggota keluarga ditemukan terinfeksi varian Omicron.

Baca juga
540 Ribu Anak Usia 6-11 Tahun Sudah Vaksinasi COVID-19

Hanya satu anggota dalam rumah tangga yang divaksinasi lengkap; sisanya tidak divaksinasi dan sebelumnya memiliki COVID-19 atau gejala yang terkait dengan penyakit tersebut.

Melalui penyelidikan lebih lanjut, CDC dan Departemen Kesehatan Nebraska menentukan masa inkubasi rata-rata atau waktu rata-rata antara paparan dan timbulnya gejala yakni hanya 73 jam atau sekitar tiga hari.

Menurut CDC, ini lebih pendek dari masa inkubasi sekitar empat hari untuk varian Delta, dan masa inkubasi sekitar lima hari untuk varian COVID-19 lainnya.

Data CDC bukan satu-satunya informasi yang menunjukkan masa inkubasi yang lebih pendek untuk Omicron. Menurut sebuah studi dari Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia (NIPH), peserta pesta Natal yang diadakan di Oslo juga mengembangkan gejala COVID-19 varian Omicron dalam tiga hari.

Baca juga
Foto: Potret Jakarta Naik ke PPKM Level 2, Mall Beroperasi hingga Jam 9 Malam

Data menunjukkan, dari 111 peserta pesta Natal yang sebagian besar divaksinasi lengkap, sebanyak 73 persen didiagnosis dengan COVID-19, dengan asumsi kebanyakan orang yang sakit terinfeksi varian Omicron.

 

Tinggalkan Komentar